BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Amblasnya Jalan Veteran di kawasan Sungai Lulut kembali menjadi perhatian publik. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya dipengaruhi karakteristik lahan basah, tetapi juga meningkatnya beban lalu lintas serta berkembangnya permukiman di sepanjang bantaran sungai.
Akademisi sekaligus Pakar Tata Kota Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr. Eng. Ar. Akbar Rahman, MT., mengatakan penanganan infrastruktur di kawasan tersebut harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik jalan.

“Kawasan ini berada di lahan basah dengan daya dukung tanah yang rendah. Faktor ini diperparah oleh letak jalan yang berbatasan langsung dengan tepi sungai serta beban aktivitas moda transportasi yang terus meningkat,” ujar Akbar saat diwawancarai, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, penanganan Jalan Veteran memerlukan sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) dan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin. Hal itu karena status Jalan Veteran merupakan kewenangan pemerintah provinsi, sedangkan penataan kawasan dan aspek sosial masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah kota.
“Pemprov dapat berfokus pada rekayasa teknis dan rekonstruksi infrastruktur jalan, sementara Pemko mengoptimalkan penataan kawasan serta dampak sosial-budayanya. Jika tidak bersinergi, perbaikan ini berisiko rusak kembali dalam waktu singkat dan merugikan anggaran daerah,” katanya.
Dari sisi rekayasa teknik di kawasan lahan basah, Akbar menjelaskan pondasi tiang pancang di bawah badan jalan perlu didukung dengan pembangunan dinding penahan tanah atau turap di sepanjang tepi sungai. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas struktur jalan dari gerusan arus sungai maupun potensi longsor pada sisi badan jalan.
Namun, ia mengakui pembangunan turap dan pelebaran jalan kerap menghadapi kendala akibat keberadaan rumah dan kios di sepanjang sempadan sungai.
Karena itu, Akbar mendorong pemerintah menerapkan penataan ruang melalui pendekatan yang mengedepankan solusi bersama.
“Jika penertiban atau relokasi permukiman di bantaran sungai memang diperlukan demi kepentingan umum, Pemko harus menyiapkannya secara terencana dan memberikan kepastian lokasi relokasi bagi warga,” ujarnya.
Ia berharap perbaikan Jalan Veteran tidak hanya menjadi solusi jangka pendek untuk mengatasi dampak longsor, tetapi juga menjadi bagian dari perencanaan tata ruang jangka panjang yang mampu menciptakan infrastruktur yang aman, nyaman, dan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di Kota Banjarmasin. (Alf/Vina)





