BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Menjelang Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-500, Pemerintah Kota bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memperkuat komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema Peran Tokoh Agama Dalam Menjaga Kehidupan Toleransi dan Membangun Kampung Toleransi.
Kegiatan yang digelar di Aula Kayuh Baimbai, Kamis (23/7), tersebut menjadi bagian dari persiapan peluncuran program Kampung Toleransi dengan melibatkan tokoh lintas agama di Kota Banjarmasin.
Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda, yang hadir sebagai narasumber utama, menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang telah menjadi identitas Kota Seribu Sungai sejak lama.
“Kota ini dibangun oleh masyarakat yang beragam. Perbedaan bukan tantangan baru yang kita hadapi karena perbedaan adalah bagian dari segalanya,” ujar Hj. Ananda di hadapan para tokoh agama.
Menurutnya, menjelang usia lima abad, kemajuan Kota Banjarmasin tidak hanya diukur dari pembangunan fisik maupun infrastruktur. Kerukunan, persatuan, dan sikap saling menghormati juga menjadi fondasi penting dalam membangun kota yang harmonis.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan, membuka ruang dialog, serta menolak segala bentuk tindakan yang dapat memicu intoleransi.
“Komitmen kita bersama adalah merawat kerukunan, memperkuat dialog, menolak segala bentuk kekerasan, menghormati segala perbedaan, dan menjadikan toleransi sebagai budaya,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, FKUB Kota Banjarmasin juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Hj. Ananda sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan konsistensinya dalam mendukung penguatan kerukunan umat beragama di Kota Banjarmasin. (Alf/Vina)





