BANJARMASIN, dnusantarapost.com — Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) kepada keluarga korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di ruang Terminal Penumpang Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin Barat, Selasa (29/9/2026).
Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu menjaga stabilitas mental, meredakan kecemasan, serta memberikan ruang bagi keluarga korban untuk mengekspresikan kondisi emosional selama menunggu proses pencarian.
Kegiatan dipimpin Letda Laut (KH/W) Graciella Florence Kusila, S.Psi., yang diperbantukan dari Dinas Psikologi Angkatan Laut Surabaya, bersama Kapten Laut (P) Budiyanto.
Tim psikologi Lanal Banjarmasin melakukan pendampingan secara personal melalui sejumlah tahapan, mulai dari membangun keterikatan (rapport), memberikan ruang kepada keluarga untuk mencurahkan emosi, hingga memandu teknik relaksasi pernapasan dan grounding sederhana.
Layanan tersebut diberikan kepada keluarga korban yang datang dari sejumlah daerah, di antaranya Nusa Tenggara Timur (NTT), Madura, Brebes, Pelaihari, dan Mojokerto.
Letda Laut (KH/W) Graciella Florence Kusila mengatakan kehadiran tim psikologi di lokasi ditujukan untuk mendengarkan dan mendampingi keluarga yang masih menunggu kepastian mengenai keberadaan korban.
“Dari kami saat ini memberikan pendampingan, mendengarkan, dan memberikan ruang ekspresi untuk para keluarga korban yang sedang menunggu. Kita membantu mereka meluapkan apa yang dirasakan secara emosional sehingga ada kelegaan bagi keluarga korban,” tuturnya.
Sementara itu, masa penantian yang telah memasuki hari ke-17 menjadi tekanan tersendiri bagi keluarga korban. M. Rasyid, salah satu perwakilan keluarga korban asal Madura, mengatakan dirinya masih menantikan kabar mengenai keberadaan anaknya, Ahmad.
Ia berharap proses pencarian yang dilakukan tim gabungan terus dilanjutkan hingga tuntas.
“Harapan kami kepada tim SAR jangan dibatasi, pokoknya sampai tuntas. Perasaan saya pun tak menentu, bayangkan 17 hari kerjaannya cuma menunggu. Kami memikirkan korban dan berharap anak kami bisa ditemukan,” ungkap M. Rasyid.
Menanggapi kondisi tersebut, Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, S.H., M.Tr.Opsla., menegaskan komitmen TNI AL untuk terus mengawal proses pencarian di laut sekaligus memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban di darat.
“Masa penantian ini merupakan fase yang sangat berat secara emosional bagi keluarga. Oleh karena itu, kehadiran tim psikologi kami di lapangan bertujuan untuk memberikan kekuatan mental dan menjaga stabilitas psikis mereka agar tidak merasa menghadapi situasi krisis ini sendirian,” tegas Galih.
Ia mengatakan TNI AL akan terus mengoptimalkan pengerahan unsur SAR bersama instansi terkait dalam proses pencarian korban hingga seluruh korban sesuai manifes kapal dapat ditemukan. (Alf/Vina)





