BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda turun langsung menelusuri penyebab kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 kilogram atau gas melon yang dikeluhkan masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan menyusul sulitnya masyarakat memperoleh LPG bersubsidi di sejumlah titik, yang juga diikuti kenaikan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Hj. Ananda mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi antara Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin, dengan PT Pertamina, tidak terdapat pengurangan kuota pasokan LPG 3 kilogram untuk Kota Banjarmasin.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan gas melon tetap sulit diperoleh, terutama setiap memasuki Juni hingga Juli.
“Pangkalan selalu disalahkan kalau ada kelangkaan si melon ini. Karena itu saya ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Kami ingin mendapatkan informasi yang berimbang dari berbagai pihak,” ujar Hj. Ananda melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Minggu (05/07/2026).
Menurutnya, penelusuran dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kelangkaan, apakah dipicu oleh kendala distribusi, dugaan penimbunan, atau faktor lain yang menyebabkan meningkatnya permintaan pada periode tertentu.
Pemerintah Kota Banjarmasin berharap hasil penelusuran tersebut dapat menjadi dasar penyusunan langkah penanganan yang tepat agar distribusi LPG subsidi berjalan lancar dan masyarakat yang berhak dapat memperoleh gas melon sesuai ketentuan. (Alf/Vina)





