PELAIHARI, dnusantarapost.com – Wakil Bupati Tanah Laut (Tala), H. M. Zazuli, secara resmi membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap II di Balai Latihan Kerja (BLK) Pelaihari, Senin (25/05/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas peluang kerja bagi masyarakat.
Pelatihan tahap kedua ini berlangsung mulai 18 Mei hingga 19 Juni 2026 dengan enam paket pelatihan yang diikuti sebanyak 90 peserta.
Program yang diberikan meliputi keterampilan pembuatan roti dan kue, menjahit pakaian wanita dewasa, instalasi listrik bangunan sederhana, operator komputer muda, tata rias pengantin, hingga pelatihan konten kreator.
Dalam sambutannya, Zazuli menyampaikan pelatihan tersebut merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang, sekaligus mendorong peningkatan kualitas dan daya serap tenaga kerja di Kabupaten Tanah Laut.
“BLK adalah ujung tombak pemerintah yang sistematis dalam mengurangi angka pengangguran. Ini adalah upaya nyata pemerintah daerah untuk meningkatkan sumber daya manusia melalui penguasaan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Zazuli.
Ia menjelaskan, secara keseluruhan Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap I dan Tahap II telah diikuti 240 peserta. Pada tahap pertama, sembilan paket pelatihan telah dilaksanakan, terdiri dari tujuh paket di BLK Pelaihari dan dua paket lainnya di desa, yakni Desa Kuringkit dan Desa Gunung Raja.
Selain menekankan peningkatan keterampilan, Zazuli juga mengingatkan peserta agar memanfaatkan kesempatan pelatihan secara maksimal, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja saat ini.
“Pelatihan ini harus mampu mengubah pola pikir ke depan. Manfaatkan sebaik-baiknya untuk membekali diri, sehingga tidak hanya terserap di dunia kerja, tetapi juga dapat melahirkan pengusaha-pengusaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain,” pesannya.
Pemerintah daerah melalui BLK Pelaihari juga memberikan dukungan fasilitas kepada peserta selama pelatihan, seperti alat tulis kantor (ATK), tas, dan pakaian pelatihan.
Diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti proses pelatihan hingga selesai sehingga memiliki kompetensi yang memadai dan siap bersaing di dunia kerja. (nurul octaviani)





