BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin melalui Bidang Angkutan terus mendorong inovasi transportasi publik berbasis energi ramah lingkungan dengan menguji coba mikrotrans listrik pada layanan Trans Banjarmasin.
Koordinator Bidang Angkutan Dishub Banjarmasin, Benny Marbun, mengatakan hasil sementara uji coba menunjukkan performa kendaraan listrik lebih baik dibandingkan armada konvensional, baik dari sisi daya tahan maupun efisiensi operasional.
“Selama 20 hari masa uji coba, kendaraan listrik mampu menempuh jarak rata-rata 135,6 kilometer per hari dengan penggunaan baterai sekitar 39,1 persen,” ujarnya, Rabu (06/05/2026).
Dalam periode tersebut, total penumpang tercatat sebanyak 649 orang atau rata-rata 33 penumpang per hari.
Ia menjelaskan, secara operasional uji coba berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kondisi kendaraan dan rute dinilai telah mendukung layanan, meski sosialisasi kepada masyarakat masih perlu ditingkatkan.
“Beberapa rute belum optimal dari sisi jumlah penumpang karena belum banyak masyarakat yang mengetahui layanan ini,” jelasnya.
Meski demikian, tingkat keterisian penumpang cukup tinggi di sejumlah koridor, seperti Koridor 2 (Terminal Antasari–RS Ansari Saleh) dan Koridor 6 (Siring 0 Km–Dermaga Alalak).
Dari sisi teknis, kendala utama masih pada keterbatasan fasilitas pengisian daya. Saat ini, pengisian baterai menggunakan charger portable dan dilakukan di SPKLU Lambung Mangkurat dengan sistem ultra fast charging.
Benny menambahkan, penggunaan kendaraan listrik mampu menekan biaya operasional hingga sekitar 80 persen dibandingkan armada berbahan bakar Dexlite.
Terkait integrasi, Dishub menegaskan kehadiran mikrotrans listrik bukan untuk menggantikan angkutan lama, melainkan melengkapi sistem transportasi yang ada.
Ke depan, akan diterapkan sistem feeder, di mana bus listrik melayani koridor utama, sementara angkutan lain seperti taksi kuning berfungsi sebagai pengumpan.
“Prinsipnya bukan menggantikan, tetapi mengintegrasikan. Kami ingin seluruh moda transportasi dapat berjalan bersama dalam sistem yang lebih modern dan efisien,” tutupnya. (Acong)





