MARTAPURA, dnusantarapost.com – Pemerintah Kabupaten Banjar tengah membahas peningkatan kontribusi pasokan sampah untuk mendukung proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Banjar Raya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, mengungkapkan bahwa awalnya Pemkab Banjar diminta menyuplai sekitar 50 ton sampah per hari.
Namun, dalam perkembangan terbaru melalui forum diskusi dan kajian, kebutuhan tersebut meningkat menjadi 100 ton per hari.
“Awalnya kita diminta 50 ton per hari, tetapi setelah dilakukan diskusi, kebutuhan meningkat menjadi 100 ton. Saat ini masih dalam tahap pembahasan,” ujarnya, Senin (13/4/2026)
Ia menjelaskan, peningkatan angka tersebut mempertimbangkan kebutuhan operasional PSEL agar dapat berjalan optimal.
Di sisi lain, Kabupaten Banjar memiliki produksi sampah harian yang cukup besar, yakni mencapai sekitar 389 ton per hari.
Hal ini dinilai menjadi potensi dalam mendukung proyek pengolahan sampah berbasis energi tersebut.
Selain keterlibatan dalam PSEL, Pemkab Banjar juga menyiapkan penguatan sistem pengelolaan sampah melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) dari Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri.
“Program LSDP ini akan memperkuat layanan pengelolaan sampah di daerah, sehingga bisa berjalan seiring dengan rencana kontribusi ke PSEL,” tambahnya.
Pemkab Banjar menegaskan bahwa seluruh rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut, termasuk penyesuaian teknis dan kesiapan sistem pengelolaan di daerah. (nurul octaviani)





