Dengan Seragam, Organisasi Wanita Tala Angkat Isu Anak dan Keluarga

PELAIHARI, dnusantarapost.com — Suasana berbeda terasa dalam pertemuan rutin organisasi wanita se-Kabupaten Tanah Laut yang digelar di Balairung Tuntung Pandang, Senin (21/7/2025).

Mengusung tema “Back to School”, kegiatan ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menyuguhkan pemandangan unik: para peserta tampil mengenakan seragam ala masa sekolah, dari SD hingga SMA.

Bacaan Lainnya

Dengan balutan baju putih merah, putih biru, hingga putih abu-abu, para ibu-ibu dari berbagai organisasi wanita tampil penuh semangat. 

Nuansa nostalgia mengalir dalam ruangan, menghidupkan kembali kenangan masa sekolah sekaligus menjadi simbol pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anak-anak saat kembali ke bangku pendidikan.

Ketua TP PKK Tanah Laut, Hj. Dian Rahmat Trianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan medium kreatif untuk menguatkan sinergi dan menyampaikan pesan penting.

“Lewat busana sekolah ini, kita diajak kembali ke masa-masa awal membentuk karakter. Hari ini kita tidak hanya bersenang-senang, tapi juga belajar kembali bagaimana mendampingi anak dengan penuh perhatian di tengah tantangan zaman,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antarorganisasi perempuan memiliki peran strategis dalam mencegah kekerasan terhadap anak dan perempuan, serta membangun kesadaran bersama tentang pentingnya perlindungan keluarga.

Tak hanya diisi dengan sosialisasi pencegahan kekerasan, kegiatan ini juga menyuguhkan pentas seni antarorganisasi, serta lomba kostum terbaik, yang dimenangkan oleh delapan peserta paling kreatif dalam memadukan gaya seragam dan atribut sekolah.

“Back to School ini bukan hanya seru-seruan. Kita ingin ibu-ibu pulang dengan pengetahuan baru, tapi juga hati yang ringan dan semangat yang segar,” tambah Hj. Dian.

Acara ini turut menghadirkan Psikolog Klinis Leli Nailul Muna sebagai narasumber yang mengupas isu-isu krusial dalam pendampingan anak secara psikologis dan emosional.

Melalui pendekatan yang segar, penuh gaya, dan tetap bermakna, pertemuan ini membuktikan bahwa organisasi perempuan di Tanah Laut tak pernah kehabisan cara untuk menyuarakan perlindungan anak, penguatan keluarga, dan pemberdayaan sosial secara inklusif dan menyenangkan. (nurul octaviani)

Pos terkait