BALANGAN, dnusantarapost.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan berhasil menurunkan dampak bencana yang terjadi sepanjang tahun 2024.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Balangan, Rahmi, mengatakan keberhasilan ini bermula dari bencana banjir masif pada tahun 2021 yang melanda hampir 8 kecamatan, membuat pihaknya kesulitan dalam penanggulangan.
“Banjir yang sangat besar pada 2021 hampir menggenangi semua kecamatan, dan saat itu tidak ada yang tidak terdampak,” ujarnya, Rabu (8/1/2025).
Berkaca dari kejadian tersebut, BPBD Balangan di tahun-tahun berikutnya, khususnya pada 2024, melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan penanggulangan bencana.
Rahmi menjelaskan, saat ini setiap kecamatan sudah memiliki perahu, serta gergaji mesin untuk mengatasi pohon tumbang akibat angin kencang.
“Setiap kecamatan kini sudah dilengkapi dengan perahu, dan kami juga menyediakan gergaji mesin untuk mengatasi pohon tumbang yang bisa mengganggu permukiman warga,” tambahnya.
BPBD Balangan juga membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) yang siap merespons laporan bencana di setiap kecamatan, melalui inovasi Si Jari Tangguh (Sistem Jejaring Rescue Tanggap dan Kokoh).
“Tim TRC di masing-masing kecamatan sudah siap untuk bergerak cepat merespons kejadian tanpa menunggu TRC dari kabupaten,” jelas Rahmi.
Selain itu, kebakaran lahan di tahun 2024 juga mengalami penurunan signifikan. Rahmi menyebutkan, hal ini disebabkan oleh kondisi kemarau basah yang terjadi di Kabupaten Balangan, yang membuat tingkat kemarau tidak terlalu ekstrem.
“Karena kemarau basah, kebakaran lahan tahun 2024 jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya,” lanjutnya.
Meski demikian, beberapa kebakaran lahan tetap terjadi, namun hanya membakar sebagian kecil area dan tidak memberikan dampak besar pada masyarakat.
Rahmi berharap, pada 2025, bencana di Kabupaten Balangan dapat lebih terkendali dan tidak memberikan dampak yang signifikan bagi warga.





