BALANGAN, dnusantarapost.com – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah menetapkan program kerja pelayanan kesehatan tahun 2025 yang berfokus pada pencapaian 12 Standar Pelayanan Kesehatan Minimal (SPM).
Program ini mencakup layanan kesehatan untuk seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bersalin, melahirkan, balita, usia pendidikan dasar, usia produktif, hingga lansia. Selain itu, enam penyakit prioritas juga menjadi perhatian, yaitu tuberkulosis, hipertensi, diabetes mellitus, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), dan HIV/AIDS.
Plt Kepala Dinkes Balangan, H. Ahmad Sauki, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengupayakan pencapaian target pelayanan sesuai standar.
“Target kami ada di sana, berapa yang harus dicapai tahun ini akan dilaporkan dan dievaluasi,” ujarnya, Selasa (7/1/2025).
Salah satu langkah strategis adalah pendataan ibu hamil secara rutin setiap tahun. Sauki menjelaskan bahwa layanan kesehatan untuk ibu hamil melibatkan enam kali kunjungan selama masa kehamilan, diantaranya, dua kali pada trimester pertama, dua kali pada trimester kedua dan dua kali pada trimester ketiga.
“Dari enam kunjungan tersebut, dua kali wajib dilakukan pemeriksaan oleh dokter,” tambahnya.
Untuk mendukung pelaksanaan SPM, Sauki memastikan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) di Puskesmas sudah memenuhi standar.
“Dalam Permenkes, Puskesmas wajib memiliki 9 jenis profesi pelayanan kesehatan, seperti dokter gigi, perawat, dan lainnya. Di Balangan, semuanya sudah terpenuhi bahkan lebih dari cukup,” ujarnya.
Menurutnya, kesiapan SDM secara jumlah dan jenis menjadi keunggulan Balangan dalam mendukung program kerja pelayanan kesehatan.
Sauki mengimbau masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam mendukung pembangunan kesehatan di Balangan. “Pembangunan kesehatan tidak lepas dari peran serta masyarakat. Kami berharap kepedulian masyarakat terus bertambah agar program pelayanan dapat berjalan dengan baik dan target tercapai,” pungkasnya.






