BANJARMASIN, dnusantarapost.com — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Banjarmasin meluncurkan tiga buku tentang sejarah, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, Kamis (24/9/2026).
Peluncuran berlangsung di sela rangkaian Rapat Paripurna DPRD Kota Banjarmasin. Tiga buku tersebut menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan perjalanan lima abad Kota Banjarmasin.
Tiga karya yang diluncurkan yakni “500 Tahun Banjarmasin” Jilid 1 dan 2, “Dari Saudagar ke Pengusaha”, serta “Membaca Banjarmasin”. Penyusunan buku melibatkan akademisi dan tim peneliti.
Kepala Dispersip Kota Banjarmasin Windiasti Kartika mengatakan, penyusunan buku tersebut berawal dari arahan pimpinan daerah untuk mendokumentasikan sejarah Kota Banjarmasin secara komprehensif.
Menurut Windiasti, buku “500 Tahun Banjarmasin” dibagi menjadi dua jilid karena mencakup rentang sejarah yang panjang.
“Buku berjudul 500 Tahun kami jadikan dua buku. Buku satu mendokumentasikan dari masa Kesultanan Banjar sampai masa perang kemerdekaan. Kemudian buku yang kedua, dokumentasi Kota Banjarmasin dari perang kemerdekaan sampai masa sekarang,” terang Windiasti.
Selain mendokumentasikan perjalanan pemerintahan dan perjuangan, buku “Dari Saudagar ke Pengusaha” dan “Membaca Banjarmasin” disusun bersama Pusat Kajian Publik Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Kedua buku tersebut diharapkan memberikan gambaran mengenai perkembangan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat Banjarmasin.
Windiasti mengatakan, karya-karya tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan sekaligus rujukan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami sejarah perkembangan Kota Banjarmasin.
“Tentu saja harapannya itu bisa jadi sumber pengetahuan oleh warga Kota Banjarmasin tentang sejarah kota dari awal berdiri sampai kondisi sekarang,” tambahnya.
Dispersip Kota Banjarmasin juga berharap peluncuran tiga buku tersebut dapat mendorong minat baca dan meningkatkan literasi masyarakat.
“Harapan kami, apa yang diluncurkan pada hari ini, tiga buku itu bisa jadi sumber pengetahuan, bisa dibaca oleh seluruh warga Kota Banjarmasin untuk mengetahui tentang sejarah kota, untuk meningkatkan literasi warga Kota Banjarmasin, sehingga angka literasi Kota Banjarmasin itu meningkat,” pungkas Windiasti. (Alf/Vina)





