BANJARMASIN, dnusantarapost.com — Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR melantik 150 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin, Rabu (23/9/2026).
Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan tersebut mencakup Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, serta Jabatan Fungsional.
Pelantikan turut dihadiri Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda. Agenda tersebut menjadi bagian dari penyegaran tata kelola birokrasi dan optimalisasi kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemko Banjarmasin.
Yamin meminta pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Ia juga menekankan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan reformasi yang baru ini, kita inginkan semua pelayanan publik, pelayanan kepada masyarakat itu benar-benar bisa lebih dimaksimalkan lagi,” ujar Yamin.
Selain pelayanan publik, Yamin menekankan pentingnya sinergi antarpejabat dalam menjalankan program prioritas daerah. Di antaranya penataan lingkungan dan pembenahan sungai.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto menyebutkan, sebanyak 150 pejabat dilantik dalam agenda tersebut.
Rinciannya terdiri atas satu orang Eselon II.b, 14 orang Eselon III.a, 28 orang Eselon III.b, 80 orang Eselon IV.a, 21 orang Eselon IV.b, dan enam orang pejabat fungsional.
“Untuk pelantikan ini ada 150 orang termasuk penetapan lurah definitif untuk seluruh 52 kelurahan yang sebelumnya dijabat oleh Plt,” kata Totok.
Selain rotasi dan pengisian jabatan, BKPSDM Kota Banjarmasin juga menyiapkan penerapan sistem manajemen talenta atau merit system untuk proses pengisian jabatan ke depan.
Menurut Totok, penerapan manajemen talenta memungkinkan proses rotasi dan promosi jabatan dilakukan berdasarkan sistem yang telah ditetapkan, tanpa selalu melalui seleksi terbuka atau open bidding.
“Kota Banjarmasin sekarang sudah diberikan rekomendasi untuk melaksanakan sistem merit yaitu manajemen talenta. Jadi kalau manajemen talenta itu tidak diperlukan lagi dengan selter (seleksi terbuka), cukup dengan manajemen talenta,” pungkas Totok. (Alf/Vina)





