Arus Bawah Laut Kencang Hambat Pencarian Korban KM Virgo 8

BANJARMASIN, dnusantarapost.comOperasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, terkendala ombak dan arus bawah laut yang mencapai 2,0–3,0 meter per detik, Minggu (20/9/2026).

Kondisi tersebut membuat proses penyelaman oleh tim SAR serta pengoperasian Remotely Operated Vehicle (ROV) belum dapat dilakukan secara optimal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator, mengatakan arus bawah laut yang kencang menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian.

“Proses penyelaman menjadi kendala karena arus di bawah laut cukup kencang, 2,0–3,0 meter per detik. Hal ini sangat berisiko bagi seorang penyelam,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, laut sempat teduh dan relatif tenang selama sekitar 40 menit. Kondisi itu dimanfaatkan Basarnas Special Group (BSG) bersama PT Jaya Salvage Indonesia untuk melanjutkan upaya pencarian dan penyelamatan.

Basarnas juga menyiapkan ROV untuk membantu pencarian korban yang diduga masih berada di dalam bangkai kapal. Namun, alat bawah air tanpa awak tersebut sempat ditarik kembali ke permukaan karena terkendala arus laut yang sangat kencang.

I Putu mengatakan ROV sebelumnya telah sempat diturunkan dalam operasi pencarian. Namun, kuatnya arus membuat pengoperasian perangkat tersebut belum maksimal.

Tim SAR masih menunggu kondisi cuaca dan arus yang lebih memungkinkan agar penyelam dapat kembali melakukan pencarian secara maksimal. ROV juga diharapkan dapat kembali diturunkan untuk mendukung proses pencarian korban.

Hingga kini, sebanyak 118 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat dan 10 orang meninggal dunia, sedangkan 125 orang lainnya masih dalam pencarian. (Alf/Muhajir)

Pos terkait