BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Sebanyak 113 penumpang dan awak KM Virgo Transport 8 berhasil dievakuasi setelah kapal rute Surabaya-Banjarmasin itu terbalik di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026).
Dari 113 korban yang telah dievakuasi, sebanyak 106 orang dinyatakan selamat, satu orang mengalami luka berat, dan enam orang meninggal dunia.
Informasi tersebut disampaikan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam konferensi pers di Banjarmasin, Minggu sore.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, proses evakuasi awal dilakukan oleh sejumlah kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
“Pertama-tama atas nama pemerintah, kami dari Badan SAR Nasional mengungkapkan rasa duka mendalam atas kejadian kecelakaan laut yang menimpa Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa,” ujar Mohammad Syafii.
Ia mengatakan operasi pencarian dan pertolongan dilaksanakan dengan mengacu pada pedoman International Maritime Organization (IMO) serta berada di bawah koordinasi Menteri Perhubungan.
“Kami mengordinir serta mengendalikan seluruh unsur SAR yang terlibat,” katanya.
Rincian Korban yang Dievakuasi
Basarnas mencatat korban dievakuasi oleh empat kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Dari TB Mawo 9, sebanyak 14 orang ditemukan selamat, satu orang mengalami luka berat, dan satu orang meninggal dunia.
Sementara dari TB TCP, satu orang berhasil diselamatkan dan lima orang meninggal dunia.
Kapal MV Haida mengevakuasi 69 orang yang seluruhnya selamat. Kapal tersebut menjadi armada pertama yang membawa 69 korban selamat menuju Pelabuhan Basirih, Banjarmasin.
Adapun KM Cahaya Bahari mengevakuasi 22 orang yang seluruhnya selamat.
Dengan demikian, dari 113 korban yang telah dievakuasi, terdapat 106 orang selamat, satu orang luka berat, dan enam orang meninggal dunia.
Tim Gabungan Kerahkan Armada Laut dan Udara
Operasi SAR berskala besar terus dilakukan untuk mencari dan mengevakuasi korban lainnya.
Tim gabungan mengerahkan unsur laut, udara, dan darat. Dari unsur laut, Basarnas mengoperasikan kapal dari Banjarmasin, Surabaya, dan Makassar serta empat KRI TNI Angkatan Laut.
Dari unsur udara, operasi didukung pesawat dari Skadron 400 TNI AL Surabaya, satu helikopter Polri, pesawat CN-235 TNI AL, serta pesawat Caravan milik BNPB.
Sementara itu, unsur darat menyiapkan tim medis dan personel dari instansi terkait, termasuk Polda Kalimantan Selatan dan Lanal Banjarmasin, untuk menangani korban yang tiba di posko evakuasi.
Kapal Masih Terbalik di Permukaan Laut
Basarnas memastikan KM Virgo Transport 8 saat ini masih berada dalam posisi terbalik di permukaan laut dan belum sepenuhnya tenggelam ke dasar laut.
Pencarian terhadap sekitar 130 korban lainnya masih dilakukan secara maksimal. Tim SAR tetap memperhitungkan kondisi dan dinamika cuaca di lokasi kejadian selama proses pencarian dan evakuasi berlangsung.
Sementara itu, penyebab pasti kecelakaan belum disimpulkan. Basarnas menyerahkan proses investigasi teknis kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban KM Virgo Transport 8 masih terus berlangsung dengan melibatkan unsur SAR gabungan dari laut, udara, dan darat. (Alf/Vina)





