BANJARBARU, dnusantarapost.com – Terpilih membawa Pataka Kesultanan Banjar dalam rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Serda Rahmad Doni.
Personel Kodim 1006/Banjar tersebut mengaku sempat kaget ketika mengetahui dirinya dipercaya menjadi salah satu perwakilan yang terlibat dalam prosesi kirab di Istana Negara.
“Awalnya kaget juga bisa terpilih,” ujar Serda Doni.
Namun, kesempatan tersebut kemudian dijalani dengan persiapan yang tidak ringan. Selama 8 hari, ia bersama personel lainnya menjalani latihan secara intensif mulai pukul 07.00 hingga 18.00 Wita.
Latihan itu tidak hanya mengandalkan ketahanan fisik, tetapi juga ketelitian dalam setiap gerakan. Ia dan para peserta lain terus dibina dan ditempa agar mampu menjalankan prosesi dengan maksimal.
“Latihannya luar biasa, dari jam 07.00 pagi sampai 18.00. Dibina dan ditempa sampai kaki melepuh,” ungkapnya.

Menurut Doni, selama menjalani latihan, setiap kesalahan langsung dikoreksi. Hal tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan agar seluruh gerakan dan prosesi dapat dilakukan secara tepat saat berada di Istana Negara.
“Kalau ada salah langsung dikoreksi supaya bisa maksimal,” katanya.
Setelah melalui rangkaian latihan yang menguras tenaga, lelah yang dirasakan Doni akhirnya terbayarkan.
Pada Senin (17/8/2026) ia mendapat kesempatan menjalankan tugas membawa Pataka Kesultanan Banjar dalam momentum peringatan kemerdekaan di Istana Negara dan berada di barisan depan.
Bagi dirinya, tugas tersebut bukan sekadar menjalankan perintah kedinasan. Ada kebanggaan tersendiri karena membawa simbol Kesultanan Banjar ke salah satu momentum kenegaraan paling penting dalam setahun.
“Bangga dan senang bisa melaksanakan upacara di Istana. Suatu kehormatan bisa membawa bendera Pataka Kesultanan Banjar ke Istana Merdeka dalam upacara 17 Agustus ini,” tuturnya.
Pengalaman tersebut sekaligus menjadi catatan tersendiri bagi Serda Doni. Setelah 8 hari menjalani latihan yang cukup menguras tenaga, dirinya dapat merasakan langsung bagaimana sebuah tugas yang membawa nama daerah dan Kesultanan Banjar dipersiapkan secara serius.
Ia pun berharap pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang dapat dikenang, terlebih karena Pataka Kesultanan Banjar kembali hadir dalam rangkaian peringatan Kemerdekaan RI di Istana Negara. (nurul octaviani)





