BANJARMASIN, dnusantarapost.com – BP Tapera bersama Bank Kalsel dan DPD Apersi Kalimantan Selatan memantau keterhunian Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Kabupaten Banjar, Kamis (16/7).
Monitoring dan evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan Rumah FLPP yang pembiayaannya disalurkan melalui skema KPR Sejahtera FLPP dimanfaatkan sesuai peruntukan oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Dari pemantauan terhadap 56 unit Rumah FLPP di empat perumahan, seluruh unit telah dihuni. Dengan demikian, tingkat keterhunian berdasarkan sampel yang dipantau mencapai 100 persen.
Empat lokasi yang menjadi objek monitoring dan evaluasi tersebut yakni Perumahan Mahkota Ridilla yang dikembangkan PT Ridho Utama, Tiara Permai oleh PT Tiara Mandiri Lestari, Bincau Permai oleh PT Manggala Dharma Utama, serta Raja Indrasari oleh PT Citra Perdana Abadi.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera Muhamad Nauval Al-Ammari, Kepala Divisi Pemantauan dan Evaluasi BP Tapera Haafidh Affandi, Sekretaris DPD Apersi Kalimantan Selatan H. Fikri, Wakil Ketua IV Bidang Legalitas dan Humas Aris Perdana, Wakil Sekretaris II Bidang Pengembangan Usaha H. Akhmad, serta Supervisi, Reviewer & Support Bisnis Bank Kalsel Muhammad Ramadhani Wanahdie.
Selain memantau keterhunian, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi BP Tapera dan Bank Kalsel untuk mendengarkan pengalaman langsung penerima manfaat KPR Sejahtera FLPP.
Salah satu penerima manfaat, Khairuddin, seorang pedagang yang tinggal di Perumahan Bincau Permai, mengatakan Program FLPP membantunya memiliki hunian yang layak dengan cicilan yang terjangkau.
Ia juga menyebut lokasi perumahan yang dekat dengan tempat berdagang, sekolah, fasilitas kesehatan, dan pasar memudahkan aktivitas sehari-hari keluarganya.
Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera Muhamad Nauval Al-Ammari mengatakan kolaborasi pemantauan Rumah FLPP bersama BP Tapera, Bank Kalsel, dan Apersi Kalimantan Selatan merupakan bagian dari pengendalian pemanfaatan dana FLPP.
Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan atau continuous improvement dalam pelaksanaan program.
“Apresiasi kami sampaikan kepada Bank Kalsel dan Apersi Kalsel, karena berdasarkan pemantauan pada hari ini kita sama-sama melihat bahwa penerima manfaat FLPP telah menghuni rumah yang siap huni setelah akad pembiayaan,” ujar Nauval.
Ia juga menyebut pihaknya mendengarkan langsung pengalaman MBR yang merasakan manfaat Program FLPP dalam memiliki rumah pertama.
Sementara itu, Sekretaris DPD Apersi Kalimantan Selatan H. Fikri mengatakan para pengembang, khususnya yang berada di bawah supervisi DPD Apersi Kalimantan Selatan, terus berupaya menghadirkan rumah subsidi yang memenuhi standar kualitas konstruksi.
Upaya tersebut mencakup penyediaan prasarana dan sarana yang memadai serta hunian yang dapat memberikan kenyamanan bagi penghuni.
Bank Kalsel juga menegaskan komitmennya mendukung penyaluran Program FLPP secara tepat sasaran, meningkatkan kualitas hunian, dan memastikan penerima manfaat menempati rumah yang dibiayai melalui program tersebut.
Melalui monitoring dan evaluasi ini, BP Tapera, Bank Kalsel, dan Apersi Kalimantan Selatan melanjutkan pengendalian pelaksanaan Program FLPP, khususnya terkait pemanfaatan dana dan keterhunian rumah oleh penerima manfaat. (Alf/Muhajir)





