BALANGAN, dnusantarapost.com – Pemerintah Kabupaten Balangan menegaskan komitmennya dalam mengawal hasil rapat koordinasi penanggulangan dan pengendalian banjir di kawasan Banua Anam. Langkah konkret pun langsung digerakkan sebagai tindak lanjut dari rakoor tersebut.
Pada Senin (2/3/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Balangan menggelar rapat internal di Bidang Penanggulangan dan Kesiapsiagaan. Keesokan harinya, Selasa (3/3/2026), rapat koordinasi lanjutan dilaksanakan bersama Bapperida Kabupaten Balangan yang berlangsung di Aula 2.
Kepala Bapperida Balangan, Rakhmadi Yusni, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut memfokuskan pembahasan pada strategi jangka pendek hingga jangka panjang dalam upaya pengendalian banjir.
Ia menjelaskan, sejumlah program prioritas yang dibahas meliputi penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan masterplan, normalisasi sungai, pembangunan kolam retensi, pengembangan Bendung Pitap, hingga rencana sudetan sungai dan pembangunan tanggul di titik-titik rawan.
Selain itu, tindak lanjut juga mengacu pada arahan Menteri Lingkungan Hidup terkait perubahan pola tanam, penguatan konservasi lahan, serta rencana relokasi rumah warga di kawasan yang kerap terdampak banjir, seperti Desa Sungsum dan Gunung Batu.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sistem peringatan dini serta mempercepat program pengendalian banjir agar lebih terencana, terpadu, dan berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa seluruh hasil rakoor harus benar-benar dikawal dan mulai dirancang secara matang pada tahun 2026.
“Mulai dari tahap perencanaan hingga penganggaran, baik yang bersumber dari dana pusat, provinsi, maupun daerah, semuanya harus disusun secara terarah dan mendapat pengawalan,” tegasnya.
Ia berharap, upaya penanganan dan pengendalian banjir di wilayah Banua Anam, khususnya di Kabupaten Balangan, dapat dilaksanakan secara kolaboratif lintas sektor. Dengan sinergi yang kuat, penanganan banjir diharapkan menjadi lebih intensif dan menjadi fokus perhatian bersama demi meminimalisir dampak bagi masyarakat.





