MARTAPURA, dnusantarapost.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar memastikan ketersediaan komoditas utama dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) selama Ramadan.
Program ini difokuskan pada penjualan beras dan ikan bersubsidi untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
Kepala DKPP Kabupaten Banjar, Sipliansyah, mengatakan ketersediaan beras di daerah masih dalam kondisi aman.
Berdasarkan hasil panen petani sepanjang tahun 2025, produksi gabah di Kabupaten Banjar mencapai 186.668 ton. Setelah dikonversi, ketersediaan beras diperkirakan mencapai 107.226 ton.
“Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sepanjang tahun 2026, bahkan hingga Oktober 2027,” ujarnya.
Pada kegiatan GPM Ramadan tahun ini, DKPP menyiapkan sekitar 16.000 liter beras. Komoditas tersebut dijual dengan subsidi Rp5.000 per liter. Setiap warga yang membeli akan mendapatkan paket beras sebanyak 4 liter, dengan syarat membawa KTP.
Sipliansyah menjelaskan, beras yang dijual berasal dari petani lokal serta penggilingan binaan DKPP, sehingga sekaligus mendukung perekonomian petani daerah.
“Kegiatan GPM ini dilaksanakan bersama DKUMPP dan menyasar 20 kecamatan yang menjadi lokasi Safari Ramadan,” jelasnya.
Selain beras, DKPP juga menyediakan komoditas ikan dalam pasar murah. Total disiapkan 100 kilogram ikan, terdiri dari 50 kilogram ikan nila dan 50 kilogram ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan subsidi Rp10.000 per kilogram.
Untuk komoditas ikan, pasar murah hanya digelar di lima kecamatan, yakni Astambul, Kertak Hanyar, Martapura Kota, Beruntung Baru, dan Cintapuri.
“Subsidi beras sebesar Rp5.000 per liter dan subsidi ikan Rp10.000 per kilogram ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau selama Ramadan,” pungkasnya. (nurul octaviani)




