Taman Cahaya Bumi Selamat, Ruang Publik Baru Bagi Warga Kabupaten Banjar

MARTAPURA, dnusantarapost.com – Revitalisasi Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS) di Martapura akhirnya mencapai garis akhir. 

Pada Januari 2026, pembangunan fisik taman ini dinyatakan rampung. Pagar proyek dibuka, dan warga mulai kembali mengisi ruang yang selama ini dicari-cari, yakni ruang terbuka hijau di jantung kota.

Bacaan Lainnya

Secara visual, perubahan terlihat signifikan. Jalur pedestrian lebih rapi, tata ruang lebih tertata, dan wajah taman kini tampak lebih modern. 

Sejak dibuka beberapa waktu lalu, hingga Sabtu (31/1/2026) sore taman mulai ramai oleh anak-anak, keluarga, hingga anak muda yang memanfaatkan ruang publik ini untuk beragam aktivitas.

“Sekarang enak buat jalan sore. Lebih rapi dan nyaman dibanding sebelumnya,” ujar Haris warga Martapura, saat ditemui di area taman.

Proyek revitalisasi Taman Cahaya Bumi Selamat dimulai sejak Agustus 2025 oleh Pemerintah Kabupaten Banjar. 

Revitalisasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi taman sebagai ruang terbuka hijau sekaligus ruang publik yang representatif di tengah kota yang terus berkembang.

Rampungnya pembangunan fisik justru menjadi PR bagi Pemerintah Kabupaten Banjar. Pengalaman masa lalu menunjukkan, banyak taman kota yang hanya indah di awal, lalu perlahan kehilangan daya tarik akibat kurangnya perawatan dan lemahnya pengelolaan.

“Yang penting dijaga terus. Jangan cuma bagus pas baru selesai,” kata Haris lagi.

Ia berharap fasilitas yang ada tidak cepat rusak dan kebersihan taman tetap terjaga.

Tantangan pengelolaan menjadi isu krusial. Tanpa pengawasan yang konsisten, taman berpotensi menghadapi persoalan klasik, vandalisme, sampah, hingga penggunaan ruang yang tidak tertib. 

Padahal, nilai utama ruang publik terletak pada keberlanjutan, bukan sekadar tampilan fisik.

“Kalau bisa ada petugas yang rutin jaga dan bersih-bersih, supaya orang juga lebih sadar,” tambahnya.

Taman Cahaya Bumi Selamat kini berada di persimpangan penting. Di satu sisi, ia telah kembali menjadi ruang kebersamaan yang dirindukan warga. 

Di sisi lain, keberlanjutan taman ini sangat bergantung pada komitmen pengelolaan pascaproyek.

“Ya, mari kita jaga sama-sama lah fasilitas publik yang sudah disiapkan oleh pemerintah supaya bisa dimanfaatkan jangka panjang,” tutupnya. (nurul octaviani)

Pos terkait