BPBD Balangan Kebut Pemulihan Pascabanjir Tebing Tinggi

BALANGAN, dnusantarapost.com – Memasuki sepekan masa transisi darurat pemulihan pascabanjir bandang di Kecamatan Tebing Tinggi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan terus memacu upaya pemulihan bagi warga terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan status transisi darurat pemulihan setelah masa tanggap darurat berakhir pada 3 Januari 2026. Status tersebut mulai berlaku sejak 5 Januari dan direncanakan berlangsung hingga 4 Februari 2026.

Bacaan Lainnya

“Kurang lebih satu bulan kita fokuskan untuk tahap awal pemulihan pascabencana,” kata Rahmi, Senin (12/1/2026).

Dalam periode tersebut, BPBD Balangan bersama sejumlah instansi terkait menjalankan berbagai agenda pemulihan, mulai dari rehabilitasi rumah warga, pemulihan aktivitas pendidikan, pemenuhan kebutuhan dasar rumah tangga, hingga pendampingan psikososial bagi korban banjir bandang.

Untuk sektor perumahan, Rahmi mengungkapkan bahwa Dinas PUPR Perkim telah menuntaskan proses pendataan dan penghitungan tingkat kerusakan rumah warga. Saat ini, perbaikan sudah mulai berjalan di lapangan dengan menyalurkan material bangunan serta tenaga tukang.

“Sebanyak 48 rumah yang mengalami kerusakan berat menjadi prioritas utama. Targetnya, dalam satu bulan ke depan bisa tertangani. Saat ini sudah ada beberapa rumah dengan progres perbaikan antara 30 hingga 70 persen,” jelasnya.

Sementara di bidang pendidikan, kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak terdampak banjir telah kembali berjalan meski masih dengan keterbatasan fasilitas. BPBD berharap Dinas Pendidikan dapat segera merealisasikan bantuan penggantian seragam dan perlengkapan sekolah dalam waktu dekat.

Selain itu, dukungan juga dibutuhkan dari Dinas Sosial, khususnya dalam penyediaan peralatan masak dan makan bagi warga yang kehilangan perlengkapan rumah tangga akibat terjangan banjir bandang.

BPBD Balangan juga menaruh perhatian besar pada pemulihan psikologis masyarakat. Program trauma healing dijadwalkan berlangsung di 10 titik wilayah terdampak, dengan satu titik di Kecamatan Halong dan sembilan titik di Kecamatan Tebing Tinggi. Kegiatan ini diprioritaskan bagi anak-anak agar dapat kembali beraktivitas dengan semangat dan kondisi mental yang lebih baik.

“Insya Allah kegiatan trauma healing mulai kita laksanakan pekan ini, supaya masyarakat, khususnya anak-anak, bisa perlahan bangkit dan kembali menjalani kehidupan normal,” pungkas Rahmi.

BPBD Balangan memastikan perkembangan penanganan masa transisi darurat pemulihan akan dilaporkan secara rutin setiap pekan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih.

Pos terkait