Sepekan Terisolasi Banjir, Warga Lok Baintan Dalam Bertahan di Tengah Akses Jalan yang Hilang

SUNGAI TABUK, dnusantarapost.com — Sudah sepekan banjir tak kunjung surut di RT 03 Desa Lok Baintan Dalam, Kecamatan Sungai Tabuk. Air cokelat pekat menutup badan jalan utama, membuat jalur keluar-masuk desa nyaris tak lagi terlihat. 

Di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Barito Kuala itu, kehidupan warga seolah berhenti.

Bacaan Lainnya

Setiap pagi, warga membuka pintu rumah dengan air setinggi lutut orang dewasa menyambut langkah mereka. Motor terparkir tak lagi digunakan, sawah dan kebun tenggelam, sementara anak-anak harus menahan rindu bersekolah. 

Akses jalan yang lumpuh total memaksa warga bertahan di rumah dengan segala keterbatasan.

Bahrun, warga RT 03, mengisahkan bagaimana banjir perlahan menggerus aktivitas sehari-hari. Untuk melintas jalan, warga harus mengambil risiko motor mogok atau terjatuh karena jalan tak terlihat. 

“Mau tidak mau tetap lewat, karena itu satu-satunya akses,” ujarnya lirih.

Tak hanya ekonomi yang terhenti, persoalan kesehatan mulai menghantui warga. Air yang menggenang lama menyebabkan hampir seluruh warga mengalami penyakit kulit. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan. 

“Hampir semua kena kutu air,” kata Bahrun.

Bantuan sempat datang dari pemerintah desa, namun belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan warga. 

Berdasarkan pendataan RT setempat, sedikitnya 110 kepala keluarga terdampak langsung. Di tengah genangan yang tak kunjung surut, harapan warga kini sederhana air segera turun, agar kehidupan bisa kembali berjalan normal. (nurul octaviani)

Pos terkait