Korban Tenggelam di Aluh-Aluh Ditemukan Sehari Setelah Dilaporkan Hilang

MARTAPURA, dnusantarapost.com — Proses pencarian terhadap seorang warga Aluh-Aluh, Kasmawatu (49) yang dilaporkan terjatuh dari perahu akhirnya menemui titik akhir. Korban ditemukan pada Rabu (10/12/2025) sore di kawasan Desa Balimau, sekitar satu kilometer dari Titik 0 menuju arah muara.

Kronologi Awal Kejadian

Bacaan Lainnya

Peristiwa bermula pada Selasa malam (9/12/2025) ketika korban dikabarkan terjatuh dari perahu saat melintas di sungai. 

Kondisi sungai diketahui sedang mengalami pasang, sehingga arus sempat bergerak ke arah hulu. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung melapor ke aparat desa dan diteruskan ke Basarnas serta DPKP Kabupaten Banjar.

Tak lama setelah laporan diterima, tim gabungan mulai melakukan pencarian awal dengan menyisir area sekitar jatuhnya korban, namun hasilnya nihil karena minimnya pencahayaan dan derasnya arus malam itu.

Operasi Pencarian di Hari Kedua

Rabu pagi, Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan metode penyisiran permukaan sungai sejauh kurang lebih dua kilometer. Kondisi arus yang berubah mengarah ke hilir menjadi dasar tim memperluas area pencarian.

Hingga jelang siang, dua putaran penyisiran belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Tim kemudian bertahan di Titik 0 hingga instruksi lanjutan dikeluarkan.

Korban Akhirnya Ditemukan

Menjelang sore, tim menerima laporan dari warga yang melihat objek mencurigakan di Desa Balimau. Setelah dilakukan pengecekan, dipastikan bahwa objek tersebut adalah korban yang dicari. Proses evakuasi segera dilakukan dan korban dibawa ke daratan untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala DPKP Kabupaten Banjar, Agus Siswanto, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh unsur yang terlibat dalam operasi.

“Sejak pagi semua tim bekerja maksimal. Penyisiran kami lakukan hampir dua kilometer dari titik awal. Syukurlah korban akhirnya ditemukan dan bisa segera dievakuasi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai.

“Arus di kawasan Aluh-Aluh ini berubah cepat mengikuti pasang-surut. Kami meminta warga tetap berhati-hati agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Operasi SAR resmi dihentikan setelah korban ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga. (nurul octaviani)

Pos terkait