BANJARBARU, dnusantarapost.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa menargetkan 10 desa mandiri setiap tahun. Hal ini diungkap oleh Plt Kepala DPMD Banjar, Muhammad Hafiz Anshari dalam rakoor aksi perencanaan pembangun desa di Grand Qin Banjarbaru, Kamis (13/11/2025)
“Setiap tahun kita targetkan ada 10 desa mandiri yang lahir di Kabupaten Banjar. Peningkatan status ini akan kita lakukan bertahap, dan saat ini sudah ada 114 desa berstatus mandiri,” ungkapnya.
Target ini menjadi cambuk bagi DPMD Banjar agar tidak ada lagi desa yang berstatus 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) di Bumi Serambi Mekkah ini.
Di momen ini Hafiz juga menyampaikan kabar baik bahwa sudah tidak ada lagi desa yang berstatus tertinggal di Kabupaten Banjar.
“Alhamdulillah sudah tidak ada lagi desa yang berstatus tertinggal di wilayah kita,” katanya.
Hafizh mengungkapkan, capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif dari hasil perencanaan dan kolaborasi berbagai pihak, meskipun dengan keterbatasan anggaran dan dana desa masih menjadi tantangan utama.
“Dengan dana desa yang terbatas, perlu strategi agar pemerintah desa bisa memaksimalkan potensi yang ada. Sementara untuk hal-hal di luar kewenangan desa, pemerintah kabupaten juga ikut mendorong agar bisa mendukung peningkatan status desa,” ujarnya.
Pemkab Banjar juga terus berupaya mendorong peningkatan kualitas pembangunan desa agar lebih mandiri.
“Indeks desa itu bisa menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan desa. Dari sana terlihat apa saja yang kurang, misalnya dari sisi ketahanan layanan sosial dan aspek lainnya. Hal itu yang akan kita gunakan untuk menyusun rencana pembangunan di tingkat desa,” ucapnya. (nurul octaviani)





