SUNGAI TABUK, dnusantarapost.com – Suasana Sungai Martapura berubah semarak sejak pagi Minggu (9/11/2025).
Ratusan acil-acil pedagang memenuhi sungai dengan jukung berwarna-warni, menawarkan hasil kebun, kue tradisional, dan buah segar di atas air. Sebanyak lima ratus jukung ikut ambil bagian dalam Festival Pasar Terapung Lok Baintan 2025 di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk.
Festival tahunan yang digelar Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Disbudporapar ini resmi dibuka oleh Pj Sekda H. Ikhwansyah mewakili Bupati H. Saidi Mansyur. Ia menyebut pasar terapung bukan sekadar atraksi wisata, melainkan simbol kehidupan masyarakat sungai yang sarat nilai kebersamaan dan kearifan lokal.
“Kita patut bangga karena pasar terapung ini telah menjadi bagian dari Geopark Meratus dan diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda sejak 2015,” ujarnya.
Di antara keramaian, Acil Rahmah (56) tampak tersenyum sambil menata dagangan di jukungnya.
“Dari muda saya jualan di sini. Kalau festival begini ramai betul, banyak orang datang, senang rasanya,” tuturnya.
Bagi Rahmah dan pedagang lain, festival bukan hanya kesempatan berjualan, tapi juga momen menjaga tradisi yang diwariskan turun-temurun.
Kepala Disbudporapar Banjar, H. Irwan Jaya, mengatakan antusiasme warga menunjukkan bahwa pasar terapung masih memiliki daya tarik kuat. Beragam kegiatan seperti lomba formasi jukung, balap jukung baanam, kuliner terapung, dan jukung hias menambah semarak acara.
“Selama dua hari pelaksanaan, pengunjung meningkat hingga lima ribu orang,” ungkapnya.
Festival ditutup dengan pembagian doorprize bagi pedagang, disertai tawa dan canda di atas perahu. (nurul octaviani)





