Ketua GPI Kalsel Dukung Gelar Pahlawan Soeharto

Dukungan terhadap wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional bagi mantan Presiden Soeharto terus meluas, kini datang dari Kalimantan Selatan. Gazali Rahman, Ketua LSM Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI) Kalsel, menyatakan bahwa bangsa Indonesia harus mampu bersikap adil terhadap sejarah. Menurutnya, kontribusi Soeharto dalam meletakkan fondasi pembangunan di daerah, termasuk Kalimantan Selatan, adalah alasan kuat untuk memberikan pengakuan tersebut.

Gazali menekankan bahwa stabilitas politik dan keamanan yang diciptakan oleh Soeharto merupakan kunci utama keberhasilan program pembangunan yang menjangkau seluruh nusantara. “Selama era beliau, fokus pembangunan tidak hanya terpusat di Jawa. Melalui program-program Inpres dan Bantuan Pembangunan Desa, alokasi dana secara masif berhasil digulirkan ke daerah-daerah, termasuk Kalsel,” ujar Gazali.

Ia mencontohkan, infrastruktur dasar yang kita nikmati hari ini, mulai dari jaringan irigasi, Puskesmas, hingga Sekolah Dasar Inpres, sebagian besar merupakan warisan dari kebijakan pembangunan di era Orde Baru. “Generasi muda saat ini harus tahu, pada masa itu, program pembangunan Inpres betul-betul memberikan dampak nyata dan terasa oleh masyarakat di tingkat desa,” tambahnya.

Menurut Ketua GPI Kalsel ini, kontribusi Soeharto di bidang ketahanan pangan juga memiliki dampak signifikan di Kalimantan Selatan. Kebijakan yang mendukung swasembada pangan berhasil meningkatkan status ekonomi petani secara nasional, yang juga dirasakan di sentra-sentra pertanian Kalsel pada masanya. Jasa-jasa ini, kata Gazali, telah memenuhi kriteria seorang tokoh yang berjuang demi kemakmuran rakyat.

Gazali menyadari betul adanya pro dan kontra, terutama terkait isu pelanggaran HAM dan KKN. Namun, ia berpendapat bahwa sejarah harus dinilai secara proporsional. “Kami tidak bermaksud menghapus kesalahan masa lalu. Isu KKN adalah ranah hukum dan reformasi. Namun, jasa beliau dalam mempertahankan integritas negara dan memajukan daerah adalah hal yang tidak bisa dihapus,” tegasnya.

Pemberian gelar pahlawan, menurut Gazali, bukan hanya pengakuan terhadap individu, tetapi juga penghargaan terhadap cita-cita pembangunan bangsa yang telah dilakukan. Ia berharap usulan ini dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan menatap masa depan, sambil tetap belajar dari kekurangan sejarah.

“Kami GPI Kalsel mendukung penuh. Biarkan kontribusi besar beliau dalam membangun fondasi ekonomi dan daerah diakui sebagai bagian dari sejarah kepahlawanan Indonesia,” tutupnya.

Pos terkait