MARTAPURA, dnusantarapost.com – Semangat juang tak pernah padam dari sosok Nurika, atlet cabang Berlari Kursi Roda (BKR) asal Kelampayan, Martapura.
Dengan segala keterbatasan fisik, ia terus mengayuh tekad dan kerja keras untuk satu tujuan mengharumkan nama Kabupaten Banjar di ajang Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) V Kalimantan Selatan 2025 di Tanah Laut, akhir Oktober mendatang.
Setiap pagi, Nurika rutin berlatih di lintasan sederhana dekat rumahnya. Keringat dan lecet di tangan menjadi bagian dari perjuangan yang sudah ia jalani bertahun-tahun. Bagi perempuan muda ini, olahraga bukan sekadar kompetisi, tapi jalan untuk membuktikan bahwa disabilitas bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
“Motivasinya ingin mengangkat derajat mama dan abah, supaya orang dengan kondisi seperti saya tidak dipandang sebelah mata,” ujarnya dengan suara bergetar namun penuh keyakinan.
Nama Nurika bukanlah wajah baru di dunia paralimpik. Ia telah menyumbangkan satu medali perak dan lima perunggu pada Peparprov sebelumnya di Kandangan, serta pernah mewakili Banjar dalam kejuaraan nasional di Jawa Tengah. Tahun ini, targetnya jelas: medali emas.
Ketua National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Banjar, Suratmin, menyebut Nurika sebagai salah satu atlet andalan yang menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya.
“Nurika adalah simbol semangat bagi seluruh atlet NPC Banjar. Dedikasinya luar biasa, tidak pernah mengeluh, selalu memberi contoh lewat kerja keras,” ungkapnya.
Suratmin menambahkan, tahun ini 95 atlet NPC Banjar akan bertanding di 12 cabang olahraga, termasuk atletik, renang, panahan, menembak, bulu tangkis, catur, dan voli duduk.
Dari seluruh cabang tersebut, atletik termasuk cabang yang diikuti Nurika menjadi tumpuan utama perolehan medali.
“Selama enam bulan terakhir para atlet menjalani pembinaan intensif. Kami menargetkan naik ke posisi tiga besar klasemen umum, bahkan kalau bisa juara umum,” tambahnya optimistis.
Bagi Nurika, setiap putaran roda di lintasan adalah doa dan perjuangan. Ia ingin menunjukkan bahwa prestasi tidak mengenal batas fisik hanya batas keyakinan.
“Saya ingin orang tahu bahwa kami juga bisa. Kami bisa berprestasi, bisa membawa nama Banjar, bisa banggakan keluarga,” katanya tersenyum.
Dengan tekad kuat dan semangat pantang menyerah, Nurika dan rekan-rekan atlet NPC Banjar siap membawa pesan inspiratif dari Martapura: bahwa kemenangan sejati lahir dari keberanian untuk melangkah, bukan dari sempurnanya langkah. (nurul octaviani)





