Disporapar Balangan Tertibkan Aset Wisata Lewat Inventarisasi, 5 Pokdarwis Jadi Sorotan

BALANGAN, dnusantarapost.com – Untuk meningkatkan pengelolaan sektor pariwisata dan memastikan tertib administrasi, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Balangan menggandeng CV Study Archi Consultant menggelar ekspose laporan akhir inventarisasi sarana dan prasarana destinasi wisata, Senin (29/9/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya penataan ulang aset wisata yang tersebar di berbagai penjuru Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Bacaan Lainnya

Sekretaris Disporapar Balangan, Bambang Mulyadi, menegaskan bahwa inventarisasi ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola pariwisata yang efisien dan transparan.

“Tujuannya untuk tertib administrasi, memudahkan perencanaan dan pengelolaan, pengawasan, penghematan biaya, serta memudahkan penghapusan aset yang ada di destinasi wisata,” jelas Bambang.

Bambang juga berharap hasil ekspose ini bisa menjadi dasar dalam pencatatan dan pengelolaan aset, mulai dari fasilitas hingga infrastruktur yang telah dibangun oleh berbagai bidang terkait.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Daya Tarik Destinasi Wisata, Sigit Kondang Wibowo, menyebut bahwa inventarisasi mencakup seluruh wilayah Balangan. Namun, dari 11 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang terdata, lima Pokdarwis dengan jumlah aset terbanyak dihadirkan secara langsung dalam kegiatan ekspose.

Kelima Pokdarwis tersebut adalah:

* Pokdarwis Buntar Batarius – Desa Mamigang
* Pokdarwis Rano Liyu – Desa Liyu
* Pokdarwis Karang Bintang – Desa Ajung
* Pokdarwis Mekar Sari – Lampihong
* Pokdarwis Racah Mampulang – Desa Balida

“Mereka kita hadirkan karena memang memiliki aset pariwisata terbanyak yang sudah dibangun pemerintah daerah,” ujar Sigit.

Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Balangan dalam mengembangkan potensi wisata daerah berbasis data dan administrasi yang rapi. Harapannya, hasil inventarisasi ini dapat menjadi landasan dalam penyusunan program, penganggaran, dan peningkatan daya tarik wisata ke depan.

Pos terkait