TANAH BUMBU, dnusantarapost.com – Helikopter Eastindo Air BK 117 DK yang dilaporkan hilang kontak di Mantewe Tanah Bumbu akhirnya berhasil ditemukan pada Rabu (3/9/2025) dan seluruh korban berhasil dievakuasi pada Kamis (4/9/2025)
Para korban yang berjumlah 8 orang ini dikabarkan meninggal dunia. Helikopter ditemukan dalam keadaan terbakar, puing-puingnya bertebaran di antara pohon-pohon yang ada di hutan Kalimantan.
8 orang tersebut adalah 2 orang kru helikopter dan 6 penumpang. 3 diantara penumpang terdapat Warga Negara Asing (WNA) dari 3 negara yakni Australia, Brazil dan India.
Salah satu penumpang yang terdapat di data manifest Eastindo Air adalah Mark Werren asal Australia diketahui sebagai Direktur Fiber untuk APRIL Grup RAPP di Kerinci, Riau, Indonesia.
”Kami dapat mengonfirmasi bahwa salah satu eksekutif senior kami, Bapak Mark Werren, berada di dalam penerbangan tersebut,” tulis Corporate Communication APRIL Group, dikutip dari media Kompas.id
Dikutip dari laman resmi APRIL Grup (aprilasia.com) Mark telah bekerja sebagai ahli kehutanan sejak tahun 1980, dengan fokus utama daerah tropis, khususnya di wilayah Tanzania, Vietnam, Indonesia, Australia, Finlandia dan Skotlandia dan telah banyak melakukan proyek jangka pendek di negara lain.
Mark juga memiliki keahlian operasional manajemen perkebunan tropis berskala besar, termasuk persiapan dan pencapaian anggaran, desain serta manajemen pembibitan pohon modern.
APRIL GRUP merupakan anggota dari RGE Group yang didirikan oleh Sukanto Tanoto (Tanoto Foundation) pada tahun 1973 dan merupakan salah satu industri penghasil pulp dan kertas yang terbesar, dengan teknologi terkini dan terefisien di dunia yang berbasis di Riau, Sumatera Utara. (nurul octaviani)





