BANJARBARU, dnusantarapost.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan gedung baru Mapolda Kalimantan Selatan yang berlokasi di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel, Kamis (21/8/2025) sore.
Menurut Jendral Polisi Listyo Sigit gedung baru tersebut lebih representatif dengan lahan yang luas sehingga diharapkan mampu menunjang kinerja kepolisian.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah memberikan hibah lahan untuk pembangunan gedung ini,” ucapnya.
Ia juga meminta Kapolda Kalsel beserta jajaran meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat seiring hadirnya gedung baru.
“Respon pelayanan terkait tugas pokok dan fungsi kepolisian harus benar-benar dioptimalkan,” tegasnya.
Selain peresmian gedung, Kapolri juga menghadiri sejumlah agenda lain, antara lain meresmikan dua Stasiun Pengisian Pertalite Gas (SPPG) serta melakukan ground breaking untuk pembangunan sepuluh SPPG baru. Tak hanya itu, ia juga meninjau kegiatan Gerakan Pangan Murah, bakti sosial, dan bakti kesehatan yang digelar di lingkungan Mapolda Kalsel.
Dalam kegiatan sosial tersebut, disediakan 5.000 paket sembako, 1.000 paket ikan segar, dan 1.500 paket sayuran hasil produksi Green House Polda Kalsel bersama Dinas Pertanian Provinsi.
Sedangkan pada bakti kesehatan, sebanyak 500 warga menerima layanan, meliputi penyuluhan sikat gigi untuk 51 pelajar, pengobatan umum bagi 300 orang, pemeriksaan mata dan pembagian 100 kacamata gratis, serta khitanan massal untuk 50 anak.
Pelayanan medis ini melibatkan sejumlah tenaga kesehatan Biddokkes Polda Kalsel, yakni tiga dokter gigi, lima dokter umum, dan tiga dokter khitan.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolri juga meninjau Green House Polda Kalsel yang hasilnya dimanfaatkan sebagai bahan baku program MBG (Makmur Bersama Gemilang).
Ia turut mengapresiasi program bedah rumah, pembangunan sumur bor, hingga rencana pembukaan lahan tanam seluas 12.000 hektare oleh Polda Kalsel, yang ditargetkan bertambah menjadi 20.000 hektare dan dikelola Indotani.
Ia menegaskan, langkah ini sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang digagas Presiden Joko Widodo.
“Upaya ini bisa menjaga stabilitas harga pangan, mengurangi ketergantungan impor, serta mendukung produksi padi dan jagung nasional,” ujarnya. (nurul octaviani)






