10 Hektare Lahan Terbakar, BPBD Banjar Tingkatkan Pemantauan Hotspot

MARTAPURA, dnusantarapost.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Banjar kian mengkhawatirkan. Hingga akhir Juli 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar mencatat sekitar 10 hektare lahan telah terbakar di berbagai wilayah.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Yayan Daryanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah mulai melakukan pemantauan titik panas atau hotspot sejak awal tahun.

Bacaan Lainnya

“Pemantauan dimulai sejak Februari. Awalnya, hotspot yang muncul masih sedikit dan memiliki tingkat kepercayaan rendah hingga sedang. Tapi memasuki Juli, jumlahnya meningkat tajam dengan tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi,” jelas Yayan, Jumat (1/8/2025).

Ia menyebutkan, beberapa kecamatan tercatat sebagai wilayah dengan sebaran hotspot tertinggi, yakni Paramasan, Aranio, dan Cintapuri.

“Ketiga daerah itu paling banyak terdeteksi hotspot jika dibandingkan kecamatan lainnya,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran Karhutla, BPBD Banjar telah menyiagakan personel, perlengkapan, serta menyusun skema penanganan darurat. Rapat koordinasi lintas sektor juga telah dilakukan, termasuk menetapkan status siaga Karhutla di wilayah tersebut.

“Langkah mitigasi sudah kami jalankan agar kebakaran tidak semakin meluas,” ujarnya.

Yayan menegaskan bahwa faktor utama penyebab Karhutla masih didominasi oleh aktivitas manusia.

“Hampir seluruh kejadian Karhutla terjadi karena ulah manusia, baik karena unsur kesengajaan maupun kelalaian. Meskipun ada beberapa yang dipicu oleh cuaca ekstrem, namun persentasenya kecil,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca yang kering membuat lahan sangat mudah terbakar dan berpotensi meluas ke area lain.

“Hindari penggunaan api, sekecil apa pun. Situasi sekarang sangat rawan. Kami minta kerja sama seluruh warga untuk mencegah terjadinya kebakaran,” tutup Yayan. (nurul octaviani)

Pos terkait