MARTAPURA, dnusantarapost.com – Cuaca cukup terik melanda Kota Martapura, Ibu Kota Kabupaten Banjar, pada Rabu (2/7/2025). Di tengah langit cerah yang seharusnya disambut dengan semilir angin teduh di bawah pepohonan, suasana di kawasan pusat perkantoran pemerintahan Kabupaten Banjar justru terasa gersang dan menyengat.
Pantauan langsung di sepanjang Jalan Ahmad Yani Kilometer 40 khususnya dari depan Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar hingga Kantor Bupati Banjar, tampak perubahan mencolok, deretan pohon rindang yang biasa menaungi trotoar dan badan jalan kini telah lenyap.
Kawasan yang biasanya menjadi tempat berteduh tukang becak, petugas parkir, dan pengendara motor yang berhenti sejenak, kini terlihat kosong dan panas.
Tak ada lagi bayangan pepohonan yang dulunya menjadi pelindung dari sengatan matahari. Bahkan, dalam foto yang diambil dari arah Jalan Batuah, tampak seorang pengendara motor melintasi ruas jalan yang kini minim naungan, sementara sisi trotoar dipenuhi bekas potongan akar dan tanda proyek.
Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam dan Pemeliharaan Lingkungan Hidup (KSDAPLH) Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRPKLH) Kabupaten Banjar, Khaezar Kusuma, membenarkan bahwa sejumlah pohon telah ditebang dalam beberapa hari terakhir.
“Penebangan ini memang dilakukan sebagai bagian dari pengerjaan proyek koridor atau pedestrian di kawasan pusat kota,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu siang.
Menurut data yang dihimpun, total 38 pohon telah ditebang dengan rincian: 4 pohon Trambesi, 17 pohon Glodokan, 10 pohon Tanjung, 5 pohon Angsana, dan 2 pohon Mahoni.
Khaezar mengungkapkan, proyek koridor ini bertujuan menata ulang trotoar dan area pejalan kaki agar lebih modern dan ramah akses. Meski begitu, ia mengakui bahwa hilangnya pepohonan memang berdampak pada kenyamanan termal di kawasan tersebut.
“Tentunya kami akan melakukan penanaman kembali atau pengganti sesuai dengan rencana penghijauan lanjutan setelah proyek infrastruktur ini rampung,” tambahnya.
Kini, masyarakat hanya bisa berharap agar proyek tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas yang lebih baik, tapi juga segera memulihkan keteduhan yang telah lama menjadi ciri khas kawasan pusat pemerintahan Martapura. (nurul octaviani)






