MARTAPURA, dnusantarapost.com – Cuaca ekstrem kembali menelan korban jiwa. Dua warga asal Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, tewas tersambar petir saat berteduh di sebuah pondok sawah di Desa Karya Makmur, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Jumat (27/6/2025) sore.
Kedua korban diketahui bernama JB (61) dan BD (40). Keduanya saat itu berteduh di sebuah pondok di kawasan persawahan sekitar DAM 3, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadli melalui Kapolsek Simpang Empat AKP Ari membenarkan kejadian tersebut. Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap cuaca ekstrem, terutama saat berada di area terbuka seperti sawah.
“Musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak lengah terhadap potensi bahaya petir. Jika hujan disertai petir, sebaiknya menghindari berteduh di tempat terbuka atau bangunan yang tidak aman,” ujarnya.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang warga yang sedang memancing bersama keluarga tak jauh dari lokasi. Ia melihat kilatan petir menyambar pondok yang berjarak sekitar 50 meter dari tempatnya berteduh. Setelah kejadian, ia segera melapor ke warga Desa Sumbersari.
Warga bersama saksi segera melakukan evakuasi. Korban JB ditemukan tercebur di sawah dalam kondisi meninggal dunia, sementara BD ditemukan tak bernyawa di dalam pondok.
Petugas Polsubsektor Cintapuri Darussalam bersama warga mengevakuasi jenazah menggunakan ambulans milik desa. Kedua jenazah sempat disemayamkan di rumah Kepala Desa Karya Makmur, sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka masing-masing.
Pihak keluarga korban menolak autopsi dan menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. (nurul octaviani)






