Balita Kejang Nyaris Tak Dapat Tindakan Karena Ruang Rawat Inap Puskesmas Aluh Aluh Ambruk

ALUH ALUH, dnusantarapost.com – Di penghujung sidak yang dilakukan oleh Anggota Dewan DPRD Banjar, seorang balita menjadi korban akibat ambruknya ruang inap Puskesmas Aluh Aluh.

Balita tersebut datang ke Puskesmas Aluh Aluh dengan keadaan kejang-kejang atau step bersama keluarganya. Namun, karena ruang rawat inap sedang tidak bisa digunakan, balita itu terbaling lemah di atas ranjang pasien, tepat di depan pintu masuk puskesmas pada Selasa (25/6/2025) sore.

Bacaan Lainnya

Ia tidak mendapatkan tindakan apa-apa. Hanya disuntik obat penenang agar kejang-kejangnya hilang. Balita itu pun nampak tertidur pulas dengan kompres penurun panas yang menempel di dahinya. Pihak keluarga menunggu dengan harap-harap cemas, mempertanyakan kondisi dan keselamatan balita laki-laki itu.

Pihak keluarga nampak tak berdaya dan nampak bingung. Balita tersebut harusnya segera dirujuk, minimal diberikan infus. Namun karena tidak punya uang atau asuransi kesehatan, pihak keluarga tak mampu berbuat apa-apa.

“Kami tidak paham, kami orang kampung tadi katanya harus mengurus surat ini itu dan bayar sejumlah uang, supaya dapat tindakan,” kata sang nenek dengan tangisnya

Nasib baik masih berpihak kepada balita itu, di momen sidang DPRD ia dapat tertolong dan segera di rujuk ke RSUD RAZA, meskipun memakan waktu yang cukup lama sembari menunggu ambulans dan sopirnya.

Anggota Dewan DPRD Banjar, khususnya Ketua Komisi IV DPRD Banjar, Hj Anna Rusiana meminta pihak puskesmas untuk mengambil tindakan pemasangan infus kepada balita tersebut. Setelah itu, barulah balita itu mau menangis dan wajahnya sudah tak membiru lagi.

“Ini jadi bukti bahwa fasilitas kesehatan yang layak sangat diperlukan disini, beruntungnya tadi kebetulan kami sidak disini. Kalau tidak? kita tidak tahu nasib anak itu seperti apa,” ujarnya.

Tindakan yang dilakukan pihak puskesmas yang dinilai lamban ini juga menuai kritikan anggota DPRD Banjar, Febrianor Rahman.

“Kalau memang perlu ditindak, ditindak secepatnya. Jangan sampai ada nyawa yang melayang,” ujar Febri.

Anggota DPRD Banjar lainnya yang merupakan warga asli Aluh Aluh, Saidi menyayangkan insiden ambruknya fasilitas rawat inap Puskesmas Aluh Aluh ini juga membawa musibah bagi masyarakat.

“Ini ada pasien yang harusnya dirawat inap, tapi karena ruangannya ambruk dia tidak mendapat tindakan apa-apa, mudah-mudahan masalah ini bisa segera diselesaikan. Fasilitas ini sangat urgen karena meng-cover seluruh desa yang ada di Aluh Aluh ,” tutup Saidi. (nurul octaviani)

Pos terkait