Polda Kalsel Gagalkan Peredaran Narkoba Jaringan Fredy Pratama Senilai Rp62 Miliar

BANJARBARU – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Selatan kembali menunjukkan komitmen serius dalam memberantas peredaran narkotika.

Dalam pengungkapan terbarunya, aparat berhasil menyita barang bukti dalam jumlah besar, yakni 54,8 kilogram sabu, 10.355 butir ekstasi, dan 9.401 butir obat keras.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan, nilai total barang terlarang tersebut ditaksir mencapai Rp62,24 miliar. Ia menggarisbawahi dampak besar dari keberhasilan ini. 

“Jika satu gram sabu digunakan oleh lima orang, maka pengungkapan ini setidaknya menyelamatkan sekitar 286 ribu jiwa dari bahaya narkoba. Ini angka yang luar biasa,” ungkapnya saat konferensi pers, Rabu (4/6/2025).

Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras tim gabungan dari Ditresnarkoba Polda Kalsel, Polres Banjarbaru, serta sejumlah polres lainnya di wilayah Kalimantan Selatan. 

Hasil penyelidikan sementara mengindikasikan bahwa jaringan ini berafiliasi dengan sindikat Fredy Pratama, salah satu kelompok besar pengedar narkoba yang telah lama menjadi target kepolisian.

Barang haram tersebut diketahui berasal dari Malaysia, masuk melalui Kalimantan Barat, lalu didistribusikan ke Kalimantan Selatan. Tak hanya itu, jaringan ini juga memiliki koneksi lintas provinsi, termasuk wilayah Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, hingga Sulawesi Selatan.

“Modus yang digunakan pun beragam, termasuk penggunaan aplikasi komunikasi yang terus berganti untuk menghindari pelacakan. Namun, aparat kita terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi untuk memutus mata rantai peredaran ini,” jelas Kapolda.

Ia menekankan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan oleh aparat saja. Diperlukan sinergi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan unsur pendidikan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama. Narkoba bukan hanya merusak pengguna, tetapi juga menghancurkan keluarga dan generasi masa depan,” ujarnya.

Kapolda juga menyerukan kepada generasi muda untuk menjauhi narkoba dan memilih jalan hidup yang sehat dan produktif. “Perang terhadap narkoba adalah tanggung jawab bersama. Kami akan terus bekerja keras hingga jaringan ini benar-benar tuntas,” pungkasnya. (nurul octaviani)

Pos terkait