BANJARBARU – Selama lelaki tidak setia masih ada, kasus HIV dan AIDS di Kota Banjarbaru terus meningkat. Hal ini diungkapkan oleh Relawan Komisi Penanggulangan AIDS, Edi Sampana di Sekretariat KPA Kota Banjarbaru, Kamis (22/5/2025).
Menurut Edi Sampana, penyumbang angka HIV dan AIDS terbanyak di Kota Banjarbaru adalah lelaki tidak setia yang suka main perempuan tanpa alat kontrasepsi atau kondom. Akibatnya, kebanyakan pengidap HIV dan AIDS di Banjarbaru adalah ibu rumah tangga yang tertular dari suaminya sendiri.
“Kasus yang saya temui kebanyakan penderita HIV AIDS ini adalah ibu rumah tangga, saat dicek, ternyata suaminya tertular HIV karena suka jajan,” ujar Edi Sampana.
Ia pun mengaku geram, karena masyarakat kesulitan menerima edukasi untuk melakukan hubungan seksual yang sehat dan aman, terlebih bagi laki-laki yang tidak setia.
“Kalau tidak bisa setia, minimal kalau berhubungan seksual menggunakan kondom dan cek kesehatan 3 bulan sekali,” tegasnya.
Kampanye kondom pun masih terbilang tabu, karena stigma negatif masyarakat yang beranggapan bahwa kampanye kondom mendukung hubungan seks bebas dan melanggar norma yang berlaku di masyarakat khususnya Kalimantan Selatan.
Selama bulan Januari hingga April 2025, KPA Banjarbaru mendata ada 33 orang yang ber-KTP Banjarbaru menderita HIV dan AIDS berdasarkan tes yang dilakukan di puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kota Banjarbaru.
Setiap bulannya, angka ini terus bertambah dan membuat Edi Sampana prihatin. Gejala HIV pun terkadang tidak disadari. Baru terdeteksi jika gejalanya cukup berat yakni 2-3 tahun setelah terinfeksi virus ini.
“Ini saja sudah 5 orang yang meninggal dunia,” ungkapnya.
Edi Sampana juga menyampaikan bahwa HIV AIDS bisa dicegah melalui 5 cara yakni ABCDE.
Avoiding Seks, yakni menghindari hubungan seks bebas. Jika masih ingin melakukannya, lakukanlah dengan kesadaran dan konsekuensi yang harus diterima. Seperti menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah penyakit dan kehamilan yang tidak diinginkan.
Be Faithful, jadilah pribadi yang setia dan cukup dengan satu pasangan saja. Hal ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan, karena penyakit yang berlangsung seumur hidup ini tidak tahu datangnya dari mana.
Condom Use, menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom untuk mencegah penyakit yang dapat menular melalui hubungan seksual. Penyakit yang bisa menular melalui hubungan seks tidak hanya HIV dan AIDS, ada penyakit lain seperti gonore, sifilis, herpes, dan kutil kelamin, hingga hepatitis.
Drug No, tidak menggunakan obat-obatan terlarang atau narkoba yang dimasukkan melalui jarum suntik.
Education, mengakses pengetahuan dan wawasan terkait HIV. Mulai dari penularannya, dampak dan resiko yang ditimbulkan jika terjangkit virus ini. Seperti yang diketahui, ketika seseorang menderita HIV dan AIDS sistem kekebalan tubuhnya akan dimakan oleh virus HIV (human immunodeficiency virus) sehingga harus meminum obat selama hidupnya agar bisa beraktivitas normal.






