MARTAPURA – AKBP Dr. Fadli, S.H., S.I.K., M.Si. resmi menjabat sebagai Kapolres Banjar menggantikan AKBP M Ifan Hariyat beberapa waktu lalu.
Latar belakang pendidikan AKBP Dr. Fadli pun bukan kaleng-kaleng. Ia merupakan seorang Doktor, lulusan S3 Administrasi Publik Universitas Hasanuddin Makassar.
Dengan disertasi yang diajukan yaitu “Collaborative Governance (kolaborasi pemerintahan) dalam Pencegahan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Sulawesi Selatan,” AKBP Dr. Fadli lulus dengan gelar Cumlaude.
Dikutip dari Tribun Makassar, AKBP Dr. Fadli menjelaskan alasannya menempuh pendidikan Administrasi Publik.
Menurutnya, disertasi mengenai administrasi publik sangatlah berkorelasi dengan pekerjaannya sebagai Kasubdit Tipidkor Polda Sulsel (kala itu).
“Saya fokus ke administrasi publik karena ilmu administrasi publik itu sangat bermanfaat bagi tugas polisi yang bersentuhan dengan publik,” kata Kompol Fadli, dikutip dari Tribun Makassar, Jumat (16/9/2022).
AKBP Dr. Fadli juga sudah beberapa kali menduduki jabatan sebagai Kasubdit Tipidkor dan kerap mengungkap kasus korupsi.
“Sebelumnya saya lama bertugas di Jawa Tengah sebagai Kasatreskrim Polresta Solo, kemudian saya pernah bertugas jadi Kasubdit Tipidkor di Sulawesi Selatan Makassar,” kata AKBP Dr. Fadli Rabu (9/4/2025) di Polres Banjar.
Terbaru, ia juga bertugas di Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) sebagai Kasubdit 3 Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kalsel.
Saat menduduki jabatan itu, pada tahun 2023 hingga 2024, AKBP Dr. Fadli berhasil mengungkap Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan oleh Kepala Dinas PUPR Tanah Bumbu yang menjabat kala itu, yakni Hernadi Wibisono, yang menjual lahan fiktif untuk pembangunan Kantor Kecamatan Simpang Empat, Tanah Bumbu.
Nilai uang korupsi dari itu mencapai Rp4,7 miliar lebih, dengan modus operandinya Hernadi menjual kembali lahan seluas 5 ribu meter persegi kepada Pemkab Tanah Bumbu.
Saat program Asta Cita yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto dimulai, ia juga berperan mengungkap kasus tindak pidana korupsi di Kabupaten Balangan yang melibatkan anggaran negara hampir Rp7,5 miliar pada November 2024 lalu.
Saat satu bunga melati emas ada di pundaknya atau berpangkat Kompol dan bertugas di Sulawesi Selatan, pada tahun 2022 ia juga pernah mengungkap kasus korupsi yang terjadi sejak tahun 2017 hingga 2019 di Bank BRI Pinrang dan merugikan negara sebesar Rp11 miliar serta menetapkan 22 tersangka.
Masih di tahun 2022, AKBP Dr. Fadli juga pernah mengungkap kasus korupsi pengadaan alat kesehatan dengan modus mark-up dan black market tahun anggaran 2016 pada Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Fatimah yang merugikan negara sebesar Rp9,3 miliar dan menetapkan 10 tersangka.
Ia juga berhasil mengungkap Kasus Korupsi Bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) COVID-19 di 3 Kabupaten Provinsi Sulawesi Selatan dan menetapkan 14 orang tersangka yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp20 miliar.
AKBP Dr. Fadli juga berhasil mengungkap kasus korupsi pembangunan RSUD Batua Tipe C yang menelan biaya pembangunan sebesar Rp25,5 miliar dari APBD Kota Makassar Tahun 2018.
Korupsi pembangunan RSUD Batua itu jadi skandal korupsi terbesar sepanjang 2021 di Sulawesi Selatan yang merugikan negara sebesar Rp22 miliar dan menetapkan 13 tersangka.
Berkat kasus ini, AKBP Dr. Fadli mendapatkan penghargaan dari Kapolda Sulsel dan KPK.
Saat menduduki jabatan sebagai Kasatreskrim Polres Solo, di tahun 2019 AKBP Dr. Fadli juga pernah mengungkap kasus penipuan dan penggelapan yang mencatut nama Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo dan melibatkan pegawai PDAM Solo.
Di kasus ini, oknum pegawai PDAM Solo menjanjikan kepada korbannya bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di PDAM dengan membayar sejumlah uang yakni sekitar Rp100 juta. Kejadian ini terjadi pada tahun 2017.
(berbagai sumber / Nurul Octaviani)






