BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mawar 7, Kota Banjarmasin melakukan proses pembelajaran di mushola dan ruang UKS.
Kondisi tak layak tersebut karena teras depan ruang kelasnya rusak. Hingga ini belum diperbaiki Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin.
“Pembelajaran secara beshift masih. Contohnya kelas 1 dan 2 itu pakai shift, karena ruangan yang dijadikan penilaian itu ada 6 kelas. Jadi kelas 5 ya ada di satu mushola dan UKS,” ujar Guru SDN Mawar 7 Banjarmasin, Aprial Al Kautsar, Rabu (4/9/2024).
Ia menyampaikan kerusakan ruang kelas berdasarkan pantauan Dinas PUPR Banjarmasin sekitar 68,80 persen.
Laporan tersebut yang membuat ruangan kelas tak dioperasikan untuk proses belajar siswa.
“Itu kerusakan berat, dan harus dilakukan rehab total tapi kalau dana tidak kemungkinan rehab ringan dulu,” ucapnya.
Disisi lain, terdapat wacana proses belajar siswa direlokasikan untuk sementara ke sekolah terdekat. Ia mengatakan hal tersebut masih berupa rencana dari Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin.
“Kami pun masih menunggu,” tuturnya.
Menurutnya memindahkan proses belajar siswa ke sekolah mengakibatkan 2 sisi positif dan negatif. Contohnya, perpindahan aset antara sekolah asal ke sekolah lain.
“Aset kami kesulitan untuk menghitungnya, menyelamatkan juga akan susah. Positifnya mungkin anak anak lebih aman dalam pembelajaran,” pungkasnya.
Diinformasikan, perbaikan sejumlah ruang kelas SDN Mawar 7 Banjarmasin dilaksanakan tahun 2025. (dnr)





