TANAH LAUT, dnusantarapost.com – Seni Bela Diri Tradisional khas masyarakat Banjar Kalimantan Selatan (Kalsel) yakni Kuntau saat ini perlahan mulai hilang ditelan zaman.
Organisasi Masyarakat (Ormas) Laung Kuning Banjar (LKB) Tanah Laut (Tala) menampilkan Kuntau disela acara karnaval seni dan budaya dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia (RI) pada Kamis (22/08/2024) di Pelaihari.
“Karnaval seni budaya ini merupakan kesempatan kami untuk kembali mengangkat dan memperkenalkan seni beladiri Banjar, yaitu Kuntau. Selain diacara seperti ini, kami juga kerap menampilkan pada acara perkawinan, hajatan, maupun event-event budaya lainnya,” kata Wakil Ketua PAC Pelaihari LKB, Nasruni.
Dalam pagelaran itu tampil beberapa orang anggota LKB menunjukan jurus-jurus andalannya. Diiringi dengan suara musik yang khas membuat mata peserta karnaval terpesona dengan penampilan para pendekar ini.
“Selain menampilkan gerakan, kita juga menampilkan pertarungan antar pendekar Kuntau,” ungkapnya.
Sementara itu, Aris Maulana peserta karnaval yang menyaksikan langsung aksi pertunjukan seni beladiri kuntau merasa terhibur dan senang.
“Saya sebagai orang banjar merasa senang dan bangga, beladiri khas Banjar ini masih ada. Saya berharap seni budaya Banjar lainnya juga diangkat,” harapnya.
LKB Tala berhasil meraih juara harapan 3 pada Karnaval Seni dan Budaya kali ini dalam kategori kelompok oraganisasi/masyarakat umum. (Rsd).





