BALANGAN, dnusantarapost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan terus upayakan turunkan angka stunting.
Sekretaris Dinas Kesehatan, H Ahmad Sauki mengatakan untuk angka persen di tahun 2023 kemarin adalah sekitar 29 persen, dan untuk tahun ini dari survei kesehatan belum rilis hasilnya.
“Untuk tahun kemarin angka stunting mencapai 29 persen dan untuk tahun ini survei kesehatan di Indonesia belum rilis hasilnya, dan mudah-mudahan tahun ini ada penurunan yang signifikan,” ujarnya, Senin (5/2/24) di kantornya.
Ahmad Sauki juga menjelaskan dari Dinkes sendiri ada dua indikator cara menilai naik turunnya angka stunting, yaitu dengan E-PPGBM (Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) dan juga survei data 100 gizi masyarakat.
“Misal ada 14 persen dari 100 persen balita yang terkena stunting, maka dari 100 balita ada 14 balita yang terkena stunting,” jelasnya.
Langkah dari Dinkes untuk menurunkan angka stunting dengan cara intervensi spesifik, yaitu memberikan gizi yang cukup kepada balita dan melakukan penyuluhan terhadap orang tua si balita, dan yang berpengaruh dalam jangka panjang itu intervensi sensitif, yaitu pendukung untuk penurunan angka stunting, seperti penyediaan air bersih dan sanitasi.
Ia berpesan kepada masyarakat Balangan untuk selalu menjaga asupan gizi balita, dan mendatangi posyandu terdekat sehingga dapat dikontrol atau melakukan pengecekkan indeks angka stunting si balita. (RIDHA)






Can you be more specific about the content of your article? After reading it, I still have some doubts. Hope you can help me.