Tanah Laut, dnusantarapost.com – Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kijang Mas, Kabupaten Tanah Laut, mengkritik Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI), terkait penundaan penetapan hasil seleksi komisioner Bawaslu Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia.
“Akibat penundaan tersebut, terjadi kekosongan komisioner Bawaslu di seluruh Indonesia, ini menjadi sejarah buruk dalam penyelenggaraan pesta demokrasi,”ujar ketua PK PMII Kijang Mas, Muhammad Zaini, Kamis (17/7/2023), di Pelaihari.
Zaini juga menyampaikan 4 pokok permintaan PK PMII Kijang Mas, kepada Bawaslu RI.
Pertama, mendesak pemerintah dan DPR RI untuk melakukan evaluasi kinerja Bawaslu RI dalam penyelenggaraan seleksi calon anggota Bawaslu Provinsi, Kabupaten/Kota secara komprehensif.
Kedua, mendesak Bawaslu RI untuk transparan dan profesional dalam proses penetapan hasil serta menyampaikan alasan rasional kepada publik terkait penundaan.
Ketiga, mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk melakukan audit keuangan negara dalam proses seleksi yang berpotensi keuangan negara akibat perubahan jadwal pengumuman.
Keempat, mendesak Bawaslu RI untuk segera mengumumkan hasil seleksi calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota untuk mengembalikan kepercayaan publik.
PK PMII Kijang Mas berharap ada kejelasan mengenai hal tersebut, karena dapat mengganggu pelaksanaan pemilu yang akan berlangsung beberapa waktu lagi.
“Apabila tidak ada kejelasan, maka kami akan melakukan aksi menuntut kejelasan mengenai penundaan ini, karena penundaan dapat mengurangi kualitas pemilu,” tegas Muhammad Zaini.
(dnusantarapost.com/Dani)







Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!
I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.
Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!