Hari ke-12 SAR KM Virgo Transport 8, 14 Korban Dievakuasi

BANJARMASIN, dnusantarapost.com — Tim SAR gabungan mengevakuasi 14 korban dari dalam bangkai KM Virgo Transport 8 pada hari ke-12 operasi pencarian di perairan Laut Jawa, Kamis (24/9/2026).

Sebanyak 14 korban tersebut dievakuasi dari dalam badan kapal oleh tim penyelam gabungan yang terdiri atas Basarnas Special Group (BSG), Kopaska dan Taifib TNI AL, serta Potensi SAR.

Bacaan Lainnya

Seluruh korban kemudian dibawa ke KN SAR Pacitan sebelum diterbangkan ke Banjarmasin menggunakan helikopter Basarnas dan TNI AL untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.

Dengan tambahan 14 korban tersebut, total korban yang berhasil ditemukan mencapai 150 orang. Rinciannya, 108 orang selamat dan 42 orang meninggal dunia.

Keberhasilan evakuasi pada hari ke-12 didukung kondisi cuaca dan visibilitas bawah air yang relatif baik. Jarak pandang di dasar laut cukup jernih, sementara arus juga relatif mereda.

Kondisi tersebut dimanfaatkan tim penyelam untuk melakukan evakuasi dengan memecahkan kaca jendela ruangan kapal guna mengeluarkan korban yang terjebak di dalam badan KM Virgo Transport 8.

Operasi penyelaman dilakukan dalam tiga sortie. Sortie pertama berlangsung pukul 09.55 Wita dengan tujuh korban berhasil dievakuasi. Sortie kedua pada pukul 12.13 Wita mengevakuasi satu korban, sedangkan sortie ketiga pada pukul 15.05 Wita berhasil mengevakuasi enam korban.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan, dukungan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan penambahan personel penyelam menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi SAR.

“Kami dari Basarnas mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh potensi yang terlibat, khususnya dari pimpinan TNI Angkatan Laut yang hari ini mendukung banyak unsur sehingga kita ketambahan 19 personel penyelam dari TNI AL untuk memperkuat total 35 penyelam yang sudah ada sebelumnya,” ujar Yudhi Bramantyo.

Meski kondisi air relatif mendukung, penyelaman di dalam badan KM Virgo Transport 8 tetap menghadapi risiko. Posisi kapal diketahui masih miring dan mengalami pergeseran.

Karena itu, tim SAR memprioritaskan keselamatan penyelam dengan memilih titik masuk dari bagian atas kapal.

“Hasil survei ROV kemarin menunjukkan posisi kapal masih miring dan ada pergerakan, sehingga kita mengupayakan masuk dari sisi atas karena sangat berisiko jika masuk dari lambung bawah. Bagaimanapun operasi yang kita laksanakan tetap mengutamakan keselamatan bagi para penyelam,” tegas Yudhi.

Untuk melanjutkan pencarian korban yang masih tersisa, Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan telah menyiapkan evaluasi dan draf strategi penanganan untuk operasi hari berikutnya.

Dukungan tambahan berupa kapal navigasi, kapal Polairud, serta helikopter udara juga disiapkan untuk mendukung pelaksanaan operasi. Tim akan kembali memaksimalkan sortie penyelaman apabila kondisi cuaca di Laut Jawa memungkinkan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang kapal dapat terdata secara tepat dan memperoleh penanganan yang layak. (Alf/Vina)

Pos terkait