Arus Ekstrem di Atas 6 Knot, Tim Penyelam SAR KM Virgo Transport 8 Ditarik Mundur

BANJARMASIN, dnusantarapost.com — Pencarian hari keempat terhadap 129 korban KM Virgo Transport 8 kembali menghadapi kendala. Tim SAR Gabungan yang menurunkan penyelam dari TNI Angkatan Laut terpaksa menghentikan pencarian bawah laut karena arus di sekitar lokasi bangkai kapal mencapai 6 knot hingga mendekati 7 knot.

Tim penyelam, termasuk personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, sebelumnya telah turun dari KRI dan bergerak menuju titik-titik penyisiran yang telah ditentukan.

Bacaan Lainnya

Namun, kondisi arus yang ekstrem membuat operasi bawah laut harus dihentikan demi keselamatan personel.

Kepala Basarnas RI, Mayjen TNI Mohammad Syafii mengatakan, berdasarkan standar keselamatan dan prosedur operasional (SOP) global organisasi sertifikasi selam internasional serta lembaga keselamatan maritim Divers Alert Network (DAN), pencarian bawah laut direkomendasikan dilakukan ketika kecepatan arus berada di bawah 1,5 knot.

“Kecepatan arus bawah laut di lokasi mencapai 6 knot bahkan mendekati 7 knot sehingga tim penyelam kita tarik kembali,” ujar Mayjen Mohammad Syafii dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, kondisi arus di atas 3 knot sudah masuk kategori sangat berbahaya untuk aktivitas penyelaman. Sementara arus hingga 6 knot di sekitar bangkai KM Virgo Transport 8 dinilai berisiko fatal bagi tim SAR.

“Kekuatan arus 6 knot yang terjadi di lokasi bangkai KM Virgo Transport 8 dinilai dapat menimbulkan risiko fatal bagi tim SAR,” sambungnya.

Dengan kondisi tersebut, Tim SAR Gabungan menyiapkan alternatif pencarian dengan mengupayakan pengembalian posisi kapal agar bagian-bagian kapal yang sebelumnya sulit dijangkau dapat diperiksa.

“Kalau kapal sudah bisa dibalik nantinya akan dilakukan pencarian. Sehingga, setelah itu selesai maka akan kita lanjutkan untuk proses investigasi,” tutup Kabasarnas RI, Mayjen Mohammad Syafii. (nurul)

Pos terkait