BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Tim SAR Gabungan memperkuat operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan laut KM Virgo Transport 08 di perairan Laut Jawa pada hari kedua, Senin (14/9/2026).
Dalam konferensi pers bersama di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menyampaikan perkembangan terbaru proses evakuasi korban.
Hingga Senin pagi, jumlah korban yang telah ditemukan dan terdata secara resmi mencapai 114 orang. Rinciannya, 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia dari total Person on Board (POB) sebanyak 243 orang.
Dudy mengatakan, tim penolong kembali menemukan satu korban selamat pada hari kedua operasi pencarian.
“Terkait jumlah korban yang ditemukan, kita menemukan satu lagi korban yang alhamdulillah selamat. Jadi total yang sudah ditemukan adalah 114, dengan rincian 108 selamat dan 6 orang meninggal dunia. Hari ini kita mendapatkan tambahan kekuatan untuk melakukan operasi SAR sehingga diharapkan operasi bisa berjalan lebih baik,” ujar Dudy Purwagandhi.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan tambahan kekuatan yang digunakan dalam operasi pencarian.
Sebanyak lima unit pesawat udara dan 17 unsur kapal laut dikerahkan untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian. Salah satu armada yang digunakan adalah KRI Pollux yang dilengkapi teknologi remotely operated vehicle (ROV) atau drone bawah air.
Operasi tersebut juga didukung tim penyelam dari Basarnas Special Group (BSG) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut.
“Hari ini kita mengoperasikan 5 pesawat udara dan 17 kapal laut. Khusus untuk KRI Pollux, kapal ini memiliki drone bawah air yang bisa dioperasikan di bawah permukaan laut. Kami berharap melalui kapal ini kita bisa melaksanakan operasi underwater secara optimal dengan tetap mempertimbangkan faktor keselamatan dan cuaca,” kata Syafii.
Untuk meningkatkan efisiensi pencarian, Basarnas mengubah pembagian area penyisiran dari sebelumnya delapan sektor menjadi enam sektor.
Perubahan tersebut dilakukan setelah titik koordinat tenggelamnya kapal atau datum/Last Known Position (LKP) telah ditetapkan secara lebih pasti.
Selain memperkuat penyisiran melalui udara dan laut, Basarnas membuka dua posko pengaduan yang berada di Pelabuhan Banjarmasin dan Surabaya.
Posko tersebut digunakan untuk melakukan verifikasi data manifes penumpang bersama keluarga korban.
Operasi SAR hari kedua terus dilakukan dengan melibatkan unsur udara, kapal laut, serta tim penyelam untuk mencari korban yang masih belum ditemukan. (Alf/Vina)





