BANJARMASIN, dnusantarapost.com — Usai kepengurusan resmi dilantik di Aula Khatib Dayan, PMI Kota Banjarmasin langsung bergerak cepat menyusun program-program prioritas. Bidang Penanggulangan Bencana menjadi salah satu sektor utama yang dipacu kinerjanya dalam menghadapi berbagai potensi bencana daerah, khususnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta musibah kebakaran pemukiman.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Banjarmasin, Endani Kastien, S.Pd., menegaskan bahwa seluruh langkah operasional organisasi berlandaskan pada regulasi resmi pemerintah. Merujuk pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, pelaksanaan urusan kemanusiaan dan penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan PMI.
Menindaklanjuti amanat tersebut, PMI Kota Banjarmasin telah menyiapkan sejumlah langkah cepat untuk merespons kondisi darurat di lapangan. Fokus utama saat ini diarahkan pada penanganan dampak musim kemarau serta kerawanan bencana kebakaran yang kerap melanda pemukiman warga. PMI berkomitmen hadir memberikan bantuan secara akurat dan tepat waktu.
“Pertama, kita ketahui sesuai instruksi dari PMI Provinsi, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 jelas merujuk bahwa semua kepalangmerahan dilakukan oleh pemerintah dan PMI. Sekarang ulun dipercaya di Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, otomatis ini banyak agenda kerja kerasnya di sini. Ada tiga program cepat yang akan kita jalankan,” ujar Endani.
Guna mengatasi krisis air bersih dan ancaman karhutla, PMI akan berkolaborasi dengan pihak terkait seperti PAM Bandarmasih untuk mengoptimalkan armada penyuplai air. “Terkait masalah air bersih dan pemadaman, kita mungkin sinergi dengan PAM. Saat ini kita punya tiga truk tangki, dua untuk air bersih dan satu untuk pemadaman. Permintaan air bersih dari masyarakat sampai saat ini sudah banyak di beberapa wilayah,” tambah Endani.
Selain masalah krisis air, bidang penanggulangan bencana juga menyiapkan pasokan logistik darurat serta penanganan dampak kabut asap akibat karhutla. Langkah ini diambil agar PMI dapat menyalurkan bantuan sesegera mungkin saat bencana musibah kebakaran terjadi di permukiman padat penduduk.
“Kita juga lakukan stok barang atau buffer stock berupa konsumsi dan sembako untuk korban bencana kebakaran. Artinya kita punya stok, jadi hari ini terjadi bencana, kita bisa langsung datang ke lapangan. Selain itu, karena ini karhutla dan asap, kita siapkan oxygen portable yang akan dilayangkan di posko-posko serta menyiapkan Rumah Siaga Bencana,” pungkas Endani. (Vina)





