BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Rosehan NB, meninjau langsung progres perbaikan Jalan Veteran Km 5,5 di Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan darurat jalan penghubung utama Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Banjar tersebut berjalan sesuai target dan spesifikasi teknis yang telah direncanakan.
Di lokasi, Rosehan memantau proses pemadatan badan jalan serta tahapan teknis perbaikan. Ia mengapresiasi respons cepat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan, termasuk dukungan relawan pengatur lalu lintas dan masyarakat sekitar.
“Secara teknis pekerjaan hari ini sudah sesuai janji. Pemasangan cerucuk, geotekstil, penambahan agregat LBA, hingga pemadatan terus berjalan sebelum nantinya dilapis aspal. Harapan kita jalan ini bisa segera dilewati dan jangan sampai ambles lagi,” ujar Rosehan di lokasi proyek.
Menurut Rosehan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, penanganan darurat ditargetkan rampung sekitar 10 Agustus 2026 sehingga akses jalan dapat kembali difungsikan.
Meski demikian, ia menilai penanganan sementara harus diikuti dengan pembangunan permanen agar kondisi jalan lebih aman dan memiliki daya tahan yang lebih baik.
“Setelah penanganan sementara ini, kalau bisa dilanjutkan pembangunan permanen, seperti pemasangan siring atau turap (sheet pile) dari beton maupun baja agar lebih kuat. Jika anggaran perubahan atau APBD Tahun 2027 memungkinkan, pengerjaan permanen harus segera direalisasikan agar masyarakat tidak terus-menerus dirugikan,” tegasnya.
Selama proses perbaikan berlangsung, penutupan ruas jalan berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga di sekitar lokasi.
Salah seorang warga, Siti Aminah, yang membuka usaha jahit dan berjualan di kawasan tersebut, mengaku mengalami penurunan pendapatan sejak akses jalan ditutup.
“Harapan kami semoga pengerjaannya cepat selesai dan jalan cepat dibuka. Selama jalan ditutup, tidak ada penjahit atau pembeli yang datang, jadi tidak ada pemasukan,” ujar Siti Aminah.
Menanggapi keluhan tersebut, Rosehan mengatakan pihaknya memahami dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat dan pelaku UMKM. Karena itu, ia mendorong percepatan penyelesaian pekerjaan, termasuk melalui penambahan jam kerja apabila diperlukan, agar akses transportasi dan aktivitas perekonomian warga dapat segera kembali normal. (Alf/Vina)





