IPM Tertinggi dan Prestasi Nasional Warnai Setahun Pemerintahan Lisa–Wartono

BANJARBARU, dnusantarapost.com – Tepat satu tahun sejak dilantik pada 21 Juni 2025, duet kepemimpinan Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby dan Wakil Wali Kota Wartono mencatat sejumlah capaian penting dalam pembangunan daerah. Berstatus sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru terus menunjukkan perkembangan melalui berbagai program pembangunan, pelayanan publik, hingga penguatan tata kelola pemerintahan.

Meski baru memasuki tahun pertama masa kepemimpinan, berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren positif yang turut didukung kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan.

Bacaan Lainnya

Infrastruktur dan Pelayanan Publik Kian Meningkat

Salah satu pencapaian yang berhasil diraih Pemerintah Kota Banjarbaru adalah penghargaan Sutami Awards dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja terbaik dalam penyelenggaraan jalan daerah.

Di sektor pelayanan publik, Banjarbaru juga berhasil menunjukkan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. Komitmen tersebut tercermin dari berbagai penghargaan yang diterima sepanjang tahun terakhir.

Sektor Kesehatan Catat Prestasi Nasional

Pada bidang kesehatan, Banjarbaru berhasil meraih predikat Kota Sehat kategori Swasti Saba Wiwerda Tahun 2025 dari Kementerian Kesehatan. Capaian tersebut kemudian diperkuat dengan raihan Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya sebagai bentuk pengakuan atas akses layanan kesehatan yang semakin merata bagi masyarakat.

Komitmen Lingkungan dan Perlindungan Anak

Upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan juga mendapat pengakuan di tingkat nasional. Banjarbaru menempati peringkat ketujuh sebagai kota paling berkelanjutan di Indonesia versi UI Green City Metric.

Sementara itu, perhatian terhadap perlindungan anak ditunjukkan melalui keberhasilan mempertahankan Predikat Madya Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2025. Tak hanya itu, Banjarbaru juga meraih penghargaan Terbaik Pertama kategori Pelayanan Ramah Anak tingkat Puskesmas se-Kalimantan Selatan.

Tata Kelola Pemerintahan Semakin Baik

Pada aspek reformasi birokrasi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjarbaru berhasil meraih predikat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Penghargaan tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.

Penghargaan untuk Kepala Daerah

Selain capaian kelembagaan, prestasi juga diraih secara personal oleh Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby. Ia menerima Antasari Award 2026 sebagai Wali Kota Perempuan Inspiratif atas kontribusi dan kepemimpinannya dalam pembangunan daerah.

Terbaik dalam Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting

Prestasi terbaru Banjarbaru datang dari ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Berprestasi 2026. Dalam kegiatan tersebut, Banjarbaru meraih Penghargaan Terbaik I kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Kelompok Kota Regional Kalimantan.

Keberhasilan tersebut didukung sejumlah inovasi berbasis data, salah satunya melalui program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Atas capaian tersebut, pemerintah pusat memberikan insentif fiskal sebesar Rp3 miliar kepada Pemerintah Kota Banjarbaru.

IPM Tertinggi di Kalimantan Selatan

Kemajuan pembangunan Banjarbaru juga tercermin dari indikator makro daerah. Salah satu yang paling menonjol adalah capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menempatkan Banjarbaru sebagai daerah dengan IPM tertinggi di Kalimantan Selatan.

Capaian tersebut menjadi gambaran meningkatnya kualitas hidup masyarakat, baik dari aspek pendidikan, kesehatan, maupun kesejahteraan ekonomi.

Memasuki satu tahun kepemimpinan Lisa Halaby dan Wartono, berbagai penghargaan dan capaian pembangunan tersebut menjadi bukti sinergi yang terbangun antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan Banjarbaru sebagai kota yang maju, sehat, inklusif, dan berkelanjutan. (nurul octaviani)

Pos terkait