Sinkronisasi Data Hortikultura, Pemprov Kalsel Evaluasi 6 Komoditas

BANJARBARU, dnusantarapost.com — Produksi jeruk siam di Kalimantan Selatan meningkat 176,43 persen pada Triwulan III 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, produksi durian turun 49,60 persen dan bawang merah merosot 32,41 persen.

Perbedaan capaian tersebut menjadi bahan evaluasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam memperkuat akurasi data pertanian hortikultura sebagai dasar perencanaan dan penentuan kebijakan pembangunan pertanian.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Syamsir Rahman, melalui Kepala Bidang Hortikultura, Amir Sahlan, saat membuka Pertemuan Sinkronisasi Data Statistik Pertanian Hortikultura (SPH) Triwulan III Tahun 2026 di Banjarbaru, Selasa (20/10/2026).

Amir mengatakan, data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi kebutuhan utama dalam menyusun perencanaan serta mengevaluasi capaian pembangunan hortikultura.

Menurutnya, sinkronisasi diperlukan untuk menyelaraskan data antara Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel, BPS kabupaten/kota, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Pertemuan tersebut juga menjadi forum untuk menyamakan pemahaman mengenai metode pengumpulan dan pelaporan data.

“Dengan data yang akurat dan terpadu, kita dapat mendukung penyusunan kebijakan dan program pembangunan hortikultura yang lebih tepat sasaran di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Produksi Cabai dan Jeruk Siam Meningkat

Berdasarkan evaluasi produksi Triwulan III 2026 dibandingkan periode yang sama pada 2025, sejumlah komoditas hortikultura di Kalsel mencatat peningkatan.

Produksi cabai rawit naik 54,06 persen, dari 9.050,01 ton pada Triwulan III 2025 menjadi 13.942,46 ton pada periode yang sama 2026.

Produksi cabai besar juga meningkat 43,44 persen, dari 8.476,48 ton menjadi 12.158,25 ton.

Peningkatan tertinggi secara persentase terjadi pada jeruk siam. Produksinya melonjak 176,43 persen, dari 49.783,02 ton pada Triwulan III 2025 menjadi 137.609,48 ton pada Triwulan III 2026.

Sementara itu, produksi pisang naik 2,09 persen, dari 57.031,08 ton menjadi 58.221,77 ton.

Produksi Durian dan Bawang Merah Menurun

Di tengah peningkatan sejumlah komoditas, produksi beberapa jenis hortikultura justru mengalami penurunan.

Produksi bawang merah turun 32,41 persen, dari 262,67 ton pada Triwulan III 2025 menjadi 177,53 ton pada periode yang sama 2026.

Penurunan lebih besar terjadi pada durian. Produksinya merosot 49,60 persen, dari 15.307,63 ton menjadi 7.715,06 ton.

Perbedaan capaian produksi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk menentukan langkah perbaikan dan menjaga keberlanjutan produksi hortikultura.

“Peningkatan produksi perlu dipertahankan, sedangkan penurunan harus ditelaah agar penanganannya dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ungkap Amir.

Sinkronisasi Data untuk Mendukung Kebijakan Pertanian

Amir menegaskan, penyelarasan data juga diperlukan untuk mengidentifikasi perbedaan angka pelaporan antarlembaga. Melalui pembahasan bersama, kendala dalam pengumpulan data diharapkan dapat diselesaikan sehingga informasi yang disajikan mencerminkan kondisi aktual di lapangan.

Menurutnya, Kalsel memiliki potensi hortikultura yang besar, meliputi komoditas sayuran, buah-buahan, dan tanaman biofarmaka. Potensi tersebut perlu didukung sistem data yang berkualitas agar kebijakan dan program pemerintah lebih terukur, efektif, serta sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Kalsel memiliki potensi hortikultura yang besar, mencakup komoditas sayuran, buah-buahan, dan tanaman biofarmaka. Potensi tersebut perlu ditopang sistem data yang berkualitas agar kebijakan dan program yang disusun pemerintah lebih terukur, efektif, dan sesuai kebutuhan daerah,” jelasnya.

Melalui koordinasi antara pemerintah daerah dan BPS, DPKP Kalsel berharap pertemuan sinkronisasi SPH menghasilkan kesepakatan dan rekomendasi konstruktif untuk meningkatkan kualitas data statistik pertanian hortikultura.

“Dengan demikian, evaluasi produksi dan penetapan program pembangunan hortikultura dapat dilakukan secara lebih tepat, sekaligus mendukung pencapaian target kinerja pertanian di Kalsel,” pungkasnya. (Alf)

Pos terkait