Pemkot Banjarmasin Turun ke Pasar Tradisional Hingga Ritel Modern, Pantau Harga Pangan dan Produk UMKM

BANJARMASIN, dnusantarapost.com— Pemerintah Kota Banjarmasin memantau harga dan ketersediaan bahan pangan di Pasar Sentra Antasari dan Lotte Grosir, Kamis (15/10/2026). Hasil pemantauan menunjukkan harga sejumlah sayuran, seperti terong, kacang panjang, dan sawi hijau, melonjak hingga tiga sampai empat kali lipat akibat cuaca kemarau dan kendala distribusi, sementara pasokan beras, minyak goreng, gula, dan telur dilaporkan masih memadai.

Pemantauan dipimpin Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, bersama tim gabungan yang melibatkan Perumda Pasar, Perum Bulog, Badan Pusat Statistik (BPS), BPOM, serta unsur TNI-Polri dan Kejaksaan.

Pasar Sentra Antasari menjadi lokasi pemantauan pasar tradisional, sedangkan Lotte Grosir mewakili sektor ritel modern. Kegiatan ini dilakukan untuk memeriksa perkembangan harga, memastikan kecukupan pasokan, serta memantau keberadaan produk industri kecil dan menengah (IKM) serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sekda Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mengatakan kenaikan harga sejumlah sayuran dipengaruhi kondisi kemarau dan keterlambatan pengiriman. Namun, menurut dia, pasokan beras, minyak goreng, dan gula dipastikan aman hingga awal 2027.

“Alhamdulillah, kami bersama tim gabungan melakukan pemantauan di Pasar Antasari dan Lotte Grosir. Memang ada kenaikan pada komoditas sayur akibat dampak kemarau dan keterlambatan pengiriman, namun untuk pasokan beras, minyak, dan gula dipastikan aman hingga awal tahun depan,” ujarnya.

Selain memantau harga dan pasokan, Ichrom mengingatkan para pedagang agar mematuhi aturan penataan serta menjaga kebersihan lingkungan pasar demi kenyamanan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin, Noorsyahdi, menjelaskan bahwa pemantauan tersebut juga bertujuan memverifikasi data harga harian yang dihimpun Dinas Perdagangan.

Menurut Noorsyahdi, pemerintah kota menjalankan sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan harga, termasuk menggelar pasar murah di berbagai kelurahan dan merancang kerja sama antardaerah (KAD). Kerja sama tersebut diarahkan untuk memasok komoditas yang mengalami keterbatasan pasokan dari daerah penghasil.

“Kegiatan pemantauan ini untuk memverifikasi data harga harian dari Dinas Perdagangan. Untuk mengantisipasi lonjakan harga, Pemkot rutin menggelar pasar murah di berbagai kelurahan serta merancang kerja sama antardaerah (KAD) guna menyuplai komoditas yang minim pasokan langsung dari daerah penghasil,” jelasnya.

Dari sisi pengelolaan pasar, Direktur Utama Perumda Pasar, M. Abdan Syakura, mengatakan pihaknya menyiapkan penataan blok sayuran dan peningkatan kebersihan lingkungan Pasar Sentra Antasari.

Perumda Pasar juga menyiapkan fasilitas bekas terminal di lantai atas untuk merelokasi sekitar 250 pedagang kaki lima (PKL). Langkah tersebut ditujukan agar aktivitas perdagangan tidak mengganggu arus lalu lintas kendaraan di area bawah pasar.

Selain penataan pedagang, perbaikan fasilitas pendukung, termasuk atap dan toilet, ditargetkan selesai pada awal 2027.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya penataan kawasan pasar agar aktivitas perdagangan berlangsung lebih tertib dan fasilitas publik dapat digunakan dengan lebih baik. (Alf/Vina)

Pos terkait