Ulama dan Umara Bersinergi, LBM NU Kotabaru Sosialisasikan Hasil Bahtsul Masail

KOTABARU, dnusantarapost.com — Pemerintah Kabupaten Kotabaru menilai sinergi ulama dan umara menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga penguatan spiritual serta kehidupan keagamaan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kotabaru, H. Minggu Basuki, saat membuka sosialisasi hasil Bahtsul Masail yang diselenggarakan Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) Kabupaten Kotabaru di Kecamatan Pulau Laut Sigam.

“Pemerintah daerah menyadari bahwa pembangunan bukan hanya menyangkut pembangunan fisik dan ekonomi semata, tetapi juga pembangunan spiritual dan mental keagamaan masyarakat,” kata Minggu Basuki, dilaporkan Senin.

Menurut dia, pemerintah daerah mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama yang memiliki peran dalam menjawab berbagai persoalan keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Sosialisasi hasil Bahtsul Masail menjadi bagian dari upaya LBM NU Kabupaten Kotabaru menyampaikan hasil pembahasan mengenai persoalan hukum Islam kontemporer. Hasil pembahasan tersebut diharapkan dapat dipahami masyarakat dan menjadi bahan pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan keagamaan seiring perubahan zaman.

Minggu Basuki mengatakan Bupati Kotabaru juga berharap hasil keputusan Bahtsul Masail dapat disosialisasikan secara luas sehingga masyarakat memahami dan dapat menjadikannya sebagai acuan dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam menangani berbagai persoalan sosial. Di antaranya pelayanan kesehatan masyarakat serta pencegahan perkawinan usia anak.

“Berbagai program pemerintah perlu disinergikan hingga tingkat kecamatan dan desa agar pelaksanaannya dapat menjangkau masyarakat secara optimal,” ujarnya.

Ketua LBM NU Kabupaten Kotabaru, Ustaz Abdul Rahim, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga dan mengembangkan khazanah keilmuan Islam.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kotabaru yang juga Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kotabaru, KH Nur Zazin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi program kerja Nahdlatul Ulama untuk mendekatkan organisasi dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.

Dalam sosialisasi tersebut, materi yang dibahas antara lain hukum jual beli melalui transaksi daring serta hukum profesi broker atau makelar dalam perdagangan berjangka komoditas.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari respons keilmuan terhadap perkembangan transaksi ekonomi modern yang semakin beragam dan membutuhkan pemahaman hukum Islam secara komprehensif.

Sosialisasi hasil Bahtsul Masail LBM NU Kabupaten Kotabaru direncanakan berlangsung secara bertahap di sejumlah kecamatan. Kegiatan tersebut mencakup Kecamatan Pulau Laut Sigam, Desa Tanjung Lalak Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kecamatan Kelumpang Hilir, dan Kecamatan Pamukan Barat.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan edukasi keagamaan kepada masyarakat. Sinergi pemerintah daerah dan ulama diharapkan terus terjalin dalam memperkuat kehidupan keagamaan, menjaga kemaslahatan umat, serta mendukung terwujudnya Kotabaru Hebat. (Alf)

Pos terkait