BATULICIN, dnusantarapost.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, mencapai 187 kejadian dengan total luasan lahan terbakar 651,3 hektare hingga Jumat (2/10/2026).
Data rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Bumbu mencatat, dari total lahan yang terbakar tersebut, tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla telah menangani dan memadamkan kebakaran di area seluas 367,5 hektare.
Sebaran kejadian karhutla terdapat di seluruh kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu. Kecamatan Batulicin mencatat jumlah kejadian terbanyak dengan 82 kejadian.
Selanjutnya, Kecamatan Kusan Tengah mencatat 49 kejadian dan Kecamatan Satui sebanyak 19 kejadian. Kecamatan Simpang Empat mencatat 10 kejadian.
Sementara itu, Kecamatan Kusan Hilir dan Karang Bintang masing-masing mencatat enam kejadian. Kecamatan Sungai Loban mencatat lima kejadian, sedangkan Kusan Hulu dan Mantewe masing-masing empat kejadian.
Karhutla juga tercatat di Kecamatan Teluk Kepayang dan Angsana, masing-masing satu kejadian.
Kondisi kabut asap turut dirasakan di kawasan Jalan Lingkar 30 dan Jalan Manggis, Kecamatan Batulicin. Kebakaran lahan gambut di kawasan tersebut memicu asap tebal hingga menyelimuti area perkantoran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.
Kepulan asap pada Jumat dilaporkan lebih tebal dibandingkan hari-hari sebelumnya dan mulai mengganggu jarak pandang pengguna jalan.
Meski kondisi tersebut terjadi, aktivitas perkantoran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah setempat masih berjalan. Pegawai dan siswa diwajibkan menggunakan masker.
Herry, warga Kelurahan Gunung Tinggi, mengatakan kabut asap mulai terasa lebih parah sejak Jumat pagi.
“Meski demikian, hari-hari biasanya memang ada kabut asap, namun tidak separah hari ini,” ujar Herry saat memberikan keterangan di Batulicin.
Menurut Herry, kondisi kabut asap mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan mengurangi jarak pandang. Ia juga menyebut kondisi tersebut berpotensi mengganggu pernapasan masyarakat.
Masyarakat berharap instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan BPBD Tanah Bumbu, melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala serta penanganan terhadap titik-titik karhutla yang masih terbakar. (Alf)





